Kupas Nusantara, Kampar — Formateur Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, **Diki Maulana**, memimpin pembacaan Deklarasi Mahasiswa Riau dalam kegiatan Kemah Kebangsaan yang berlangsung di Pulau Tongah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polda Riau bersama Tumbuh Institute sebagai upaya memperkuat semangat kebangsaan, kepedulian lingkungan, dan peran aktif generasi muda menjaga masa depan Riau.
Dalam deklarasi tersebut, mahasiswa Riau menyatakan komitmen bersama untuk **menjaga alam, menjaga generasi, menjaga Riau**, sekaligus mempertegas sikap menolak segala bentuk perusakan lingkungan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penyalahgunaan narkoba yang menjadi ancaman serius bagi daerah.
Diki Maulana menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh diam melihat persoalan yang mengancam masa depan Riau. Menurutnya, karhutla telah berulang kali merusak ekosistem dan kesehatan masyarakat, sementara narkoba menjadi ancaman nyata bagi kualitas generasi muda.
“Mahasiswa harus berada di garda terdepan menjaga Riau. Alam harus kita rawat dari ancaman karhutla, generasi harus kita selamatkan dari narkoba. Ini tanggung jawab moral kita bersama,” ujarnya.
Komitmen menjaga lingkungan tersebut sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an: *“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”* Ayat ini menegaskan bahwa menjaga alam dan mencegah kerusakan, termasuk karhutla, merupakan tanggung jawab moral setiap manusia.
Terkait penghijauan dan penanaman pohon, Nabi Muhammad bersabda: *“Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu dimakan burung, manusia, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya.”* (HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa menanam pohon bukan hanya tindakan ekologis, tetapi juga bernilai ibadah dan sedekah sosial.
Bahkan dalam hadits lain, Nabi Muhammad bersabda: *“Jika kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit tanaman, maka jika mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi, tanamlah.”* (HR. Musnad Ahmad). Ini menegaskan pentingnya optimisme, produktivitas, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam keadaan apa pun.
Selain itu, upaya menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba juga sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an yang melarang khamar dan segala sesuatu yang memabukkan karena termasuk perbuatan setan. Para ulama menjadikan ayat ini sebagai landasan haramnya narkotika dan zat adiktif yang merusak akal serta kehidupan manusia.
Dalam hadits, Nabi Muhammad bersabda: *“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”* (HR. Sunan Ibnu Majah). Nilai ini menjadi dasar bahwa segala tindakan yang merusak lingkungan, kesehatan, maupun masa depan generasi harus dicegah bersama.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Riau harus berjalan seiring dengan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, serta berintegritas.
Kegiatan Kemah Kebangsaan ini menjadi ruang kolaborasi lintas elemen mahasiswa, pemuda, masyarakat, dan aparat untuk memperkuat persatuan serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu strategis daerah.
Melalui deklarasi ini, diharapkan lahir gerakan bersama mahasiswa Riau yang konsisten menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian alam, memerangi karhutla, menanam pohon, menolak narkoba, dan mewujudkan Riau yang aman, maju, serta bermartabat.