KUPAS NUSANTARA

Minggu, 31 Mei 2026

Hari Lahir Pancasila, Harmoni Keberagaman Siak Cerminan Nilai Persatuan



Kupas Nusantara, Siak – Kehidupan masyarakat Kabupaten Siak yang terbiasa hidup berdampingan dalam berbagai perbeda menjadi gambaran nyata bagaimana nilai kebersamaan terus terjaga dalam keseharian. Perbedaan suku, budaya, dan agama tidak menjadi sekat, melainkan bagian dari kekuatan sosial yang membentuk harmoni di negeri tanah pusaka, Siak.

Nilai itu kembali terlihat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dipimpin Wakil Bupati Siak Syamsurizal sebagai inspektur upacara, berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Siak, Komplek Perkantoran Tanjung Agung, Kota Siak Sri Indapura, Senin (1/6/2026).

Wakil Bupati Syamsurizal saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, ia mengatakan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan arti persatuan di tengah keberagaman bangsa.

"Semangat persatuan dan kebersamaan yang tumbuh di tengah keberagaman masyarakat kita di Negeri Istana ini, perlu terus dijaga agar tetap rukun sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujar Syamsurizal 

Menurutnya, kehidupan masyarakat Kabupaten Siak yang beragam selama ini mencerminkan nilai-nilai tersebut, di mana gotong royong, musyawarah, dan sikap saling menghormati masih kuat menjadi bagian dari kehidupan sosial.

Ia menegaskan, Pancasila juga menjadi bintang penuntun sekaligus jangkar moral yang telah terbukti ketangguhannya di tengah perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika global yang bergerak cepat.

Wabup syamurizal juga menyampaikan, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan Pancasila.

"Hal itu sekaligus menegaskan bahwa nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus hadir dalam kehidupan nyata, termasuk dalam pelayanan publik agar keadilan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat kabupaten Siak," sambungnya. 

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga ruang digital di tengah derasnya arus informasi, serta mewaspadai berbagai potensi yang dapat memecah belah, termasuk intoleransi dan radikalisme.

Generasi muda turut menjadi perhatian. Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari, "Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," tegasnya. 

Bagi Kabupaten Siak, peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa harmoni yang selama ini terbangun bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan lahir dari kebiasaan saling percaya, menghormati perbedaan, dan menjaga kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

(Rahma/MC Siak)

KOPDAR KEDUA: KOMUNITAS MAXIM PEKANBARU BERSATU RESMIKAN DAN PENGESAHAN SURAT KEPUTUSAN (SK)


 
Kupas Nusantara, PEKANBARU, 31 MEI 2026 – Komunitas Maxim Pekanbaru Bersatu telah sukses menggelar pertemuan rutin kedua atau yang dikenal sebagai Kopdar Kedua. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, yang bertujuan mempererat hubungan antar anggota sekaligus menjadi momen bersejarah dengan dilakukannya peresmian dan pengesahan Surat Keputusan (SK) komunitas.
 
Acara dimulai dengan sambutan dari ketua komunitas dan para pengurus, yang menekankan pentingnya persatuan, solidaritas, dan tanggung jawab bersama dalam memajukan nama baik komunitas serta menjaga keharmonisan antar rekan pengemudi di lingkungan kota Pekanbaru.
 
Puncak acara berlangsung saat pembacaan dan penandatanganan Surat Keputusan (SK) yang mengatur struktur kepengurusan, aturan organisasi, serta landasan kerja komunitas ke depannya. 

Dokumen ini menjadi landasan hukum dan pedoman resmi bagi seluruh anggota dalam menjalankan kegiatan dan program kerja yang telah direncanakan.

Dengan disahkannya SK ini, Komunitas Maxim Pekanbaru Bersatu kini memiliki arah yang jelas, tertata, dan terorganisir demi kesejahteraan serta perlindungan hak-hak seluruh anggotanya.
 
Dalam jalannya kopdar, Ketua MPB khamarullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas antusiasme anggota yang terus meningkat. "Kopdar kedua ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bukti nyata bahwa kita benar-benar bersatu.ungkapnya!!!

SK yang kita sahkan hari ini adalah komitmen kita untuk tumbuh bersama, saling mendukung, dan menjadikan komunitas ini tempat yang nyaman dan bermanfaat bagi semua," ujar Ketua MPB khamarullah
 
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi terbuka, tukar pikiran mengenai tantangan di lapangan, serta sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.

Diharapkan dengan adanya struktur yang resmi dan aturan yang jelas, Komunitas Maxim Pekanbaru Bersatu dapat semakin maju, berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif, serta menjadi wadah aspirasi yang kuat bagi seluruh anggotanya di Kota Pekanbaru.
 
Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh. Maxim Pekanbaru Bersatu: DUDUK SAMA RENDAH,BERDIRI SAMA TINGGI,SOLIDARITAS TANPA BATAS.(Seprinaldi)

Red/team

acara pelepasan purna tugas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Bapak Maizar


Kupas Nusantara, Pekanbaru – Suasana khidmat sekaligus penuh haru menyelimuti acara pelepasan purna tugas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Bapak Maizar. Kegiatan yang menandai berakhirnya masa bakti dinas beliau ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Wilayah Riau, bertempat di Grand Suka Hotel, Pekanbaru.(29/5/2026)

​Dalam kesempatan berharga tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU), Budi Hamidi. Kehadiran perwakilan dari Lapas Narkotika Rumbai ini merupakan wujud penghormatan, apresiasi, serta sinergitas yang kuat atas kepemimpinan Bapak Maizar selama mengemban tugas dan mengawal berbagai program pemasyarakatan di Bumi Lancang Kuning.

​Acara diawali dengan tari Persembahan dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan, dan kilas balik perjalanan karier serta dedikasi Bapak Maizar selama memimpin jajaran Pemasyarakatan Riau.

Dalam sambutan perpisahannya, Bapak Maizar menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan seluruh jajaran satuan kerja (satker) di Riau dan berpesan agar seluruh petugas pemasyarakatan terus menjaga integritas, profesionalisme, serta komitmen dalam menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan.

Kami atas nama keluarga besar Lapas Narkotika Rumbai mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bimbingan, arahan, dan dedikasi yang telah Bapak Maizar berikan selama memimpin Ditjenpas Riau. Masa pensiun adalah babak baru, dan kami mendoakan agar Bapak senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta keberkahan bersama keluarga.

​Acara pelepasan purna tugas ini diakhiri dengan pemberian cinderamata sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian yang tulus, dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta jabat tangan perpisahan dari seluruh tamu undangan yang hadir.

Polresta Pekanbaru Buktikan Polri Cinta Petani Melalui Penyuluhan Pertanian oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Raya



Kupas Nusantara, PEKANBARU – Wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan melalui jajaran dengan menghadirkan program pembinaan dan pendampingan kepada kelompok tani sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Pada Jumat (29/05/2026) sekira pukul 09.00 WIB, Bhabinkamtibmas Kelurahan Air Dingin Aipda Priyanto melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian kepada Kelompok Tani Bina Tani Sejahtera yang berlokasi di Jalan Kaharuddin Nasution, UPT Pelatihan Penyuluh Pertanian, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Bukit Raya memberikan edukasi mengenai perawatan tanaman jagung pipil agar hasil pertanian masyarakat semakin optimal. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, namun juga hadir mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

Kapolsek Bukit Raya menyampaikan bahwa melalui kegiatan penyuluhan pertanian ini diharapkan hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Dengan semangat “Polri Cinta Petani”, terus berkomitmen mendukung masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sejahtera dan kondusif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

Jumat, 29 Mei 2026

Samuel Kristian Sitompul: Dari Revolusi Industri hingga Era Digital, Nasib Buruh Dinilai Belum Banyak Berubah

Kupas Nusantara, Pekanbaru —

Sejarah gerakan perburuhan dunia bermula sejak terjadinya Revolusi Industri pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19 di kawasan Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pada masa itu, kaum buruh bekerja dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan jam kerja mencapai 14 hingga 16 jam per hari tanpa jaminan keselamatan maupun kesejahteraan. Para pekerja bahkan kerap diperlakukan layaknya “mesin produksi” demi kepentingan industri.
Kondisi tersebut kemudian melahirkan gerakan serikat pekerja sebagai bentuk perjuangan menuntut hak-hak dasar kaum buruh, mulai dari jam kerja yang manusiawi, upah layak, hingga perlindungan keselamatan kerja.
Namun memasuki era modern dan digital saat ini, sejumlah kalangan menilai nasib kaum buruh belum mengalami perubahan yang signifikan. Praktik eksploitasi dinilai masih terjadi, hanya berubah bentuk mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.
Hal itu disampaikan oleh Samuel Kristian Sitompul, mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Lancang Kuning sekaligus Ketua SPSI F SP BPU Pekanbaru. Menurutnya, sistem kerja modern saat ini masih menyisakan banyak persoalan serius terkait perlindungan tenaga kerja.
“Kalau dilihat secara nyata, kondisi perburuhan di zaman sekarang dengan masa Revolusi Industri sebenarnya hanya berbeda tipis. Buruh masih sering dipandang hanya sebagai alat produksi demi kepentingan ekonomi,” ujarnya.
Samuel menyoroti masih minimnya perhatian pemerintah, khususnya dari sektor ketenagakerjaan, dalam memberikan pembinaan yang benar-benar menyentuh kebutuhan pekerja. Program pelatihan dan seminar dinilai masih sebatas formalitas tanpa dampak nyata terhadap peningkatan kualitas serta kesejahteraan tenaga kerja.
Sorotan juga diarahkan kepada keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dahulu dikenal aktif mencetak tenaga kerja terampil. Kini, menurutnya, banyak BLK yang tidak berjalan maksimal dan keberadaannya kurang dirasakan masyarakat.
“Banyak masyarakat bahkan tidak tahu lokasi BLK. Ada yang berdiri, tetapi fungsinya tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Selain itu, ia berharap pemerintah mulai memberikan edukasi ketenagakerjaan sejak dini, termasuk di tingkat sekolah menengah, agar generasi muda memahami hak dan kewajiban pekerja serta memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja secara sehat dan profesional.
Samuel juga mengingatkan agar kaum buruh tidak lagi dipandang sekadar sebagai alat transaksional demi kepentingan pribadi, kelompok, maupun politik.
“Kaum buruh adalah bagian penting dalam pembangunan bangsa. Sudah seharusnya mereka dihargai dan diperlakukan secara manusiawi,” tutupnya.

Kamis, 28 Mei 2026

Polresta Pekanbaru Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Raya Dampingi Penyuluh Pertanian Edukasi Petani Jagung



PEKANBARU, kupasnusantara-site – Komitmen  dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan jajaran Polsek Bukit Raya melalui pendampingan dan edukasi kepada kelompok tani jagung di wilayah Kecamatan Bukit Raya.


Pada Senin (25/05/2026), Bhabinkamtibmas Kelurahan Air Dingin Aipda Priyanto mendampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Siak dalam kunjungan ke kebun jagung pipil milik Kelompok Tani Bina Tani Sejahtera yang berada di Jalan Kaharuddin Nasution, UPT Pelatihan Penyuluh Pertanian, RT 03 RW 007, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.


Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas antara kepolisian dan instansi pertanian dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.


Dalam kegiatan itu, petani diberikan penyuluhan terkait teknik perawatan tanaman jagung, khususnya pembuangan pelepah dan dahan jagung guna mencegah datangnya hama tikus. Selain itu, dilakukan juga edukasi mengenai penyemprotan racun hama agar tanaman jagung tetap tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang maksimal.


Kapolsek Bukit Raya menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri di tengah masyarakat bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi mitra aktif masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan warga.


“Melalui kegiatan ini, Polresta Pekanbaru bersama Polsek Bukit Raya ingin memastikan bahwa Polri hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung sektor pertanian dan program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.


Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat serta meningkatkan public trust terhadap institusi Polri. Dengan terjalinnya komunikasi dan kemitraan yang baik, diharapkan masyarakat semakin aktif menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.


Kegiatan berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat kepolisian, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.


Langkah nyata yang dilakukan jajaran Polresta Pekanbaru ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan motivasi dan edukasi kepada para petani dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka.

Polresta Pekanbaru Aktif Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Limapuluh Monitoring Tanaman Bergizi Warga di Tanjung Rhu



PEKANBARU, kupasnusantara-site – Komitmen  dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan jajaran Polsek Limapuluh melalui kegiatan monitoring dan pengecekan tanaman bergizi milik warga di Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (28/05/2026) sekitar pukul 10.00 WIB hingga selesai oleh Kanit Binmas Polsek Limapuluh IPTU Antoni bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Rhu.

Monitoring dilakukan di lahan tanaman bergizi milik Ibu Nurini yang berada di Jalan Sumber Sari, Kelurahan Tanjung Rhu. Kehadiran personel kepolisian tersebut menjadi bentuk dukungan langsung Polri terhadap masyarakat dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis lingkungan dan pekarangan rumah.

Dalam kegiatan itu, personel Polsek Limapuluh melakukan pengecekan kondisi tanaman sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam tanaman bergizi yang bermanfaat bagi kebutuhan keluarga dan lingkungan sekitar.

Kapolsek Limapuluh menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata arahan pimpinan  untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendukung program-program pemerintah yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat.

“Polri hadir untuk membangun kemitraan bersama masyarakat sekaligus menggerakkan partisipasi aktif warga dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Dengan sinergi yang baik, diharapkan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar IPTU Antoni di sela kegiatan.

Selain sebagai bentuk pendampingan kepada warga, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta kepercayaan publik yang semakin kuat terhadap institusi kepolisian.

Program tanaman bergizi yang dijalankan warga Kelurahan Tanjung Rhu ini diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif demi mendukung ketahanan pangan keluarga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara personel Polri dan masyarakat.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done