KUPAS NUSANTARA

Selasa, 12 Mei 2026

GRIB Jaya Bersama LM2R Gelar Reboisasi Mangrove dan Bagikan Sembako di Desa Sesap



Kupas Nusantara, MERANTI, 10 Mei 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Laskar Muda Melayu Riau (LM2R), Kelompok Perhutanan Sosial Koperasi Bumi Mangrove Sejahtera, serta KOPGRABKT Jaya Meranti menggelar kegiatan penghijauan (reboisasi) mangrove dan bakti sosial di Desa Sesap, Sabtu (10/5/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut diisi dengan penanaman puluhan ribu bibit mangrove, pengelolaan hutan kebun tani berkelanjutan, serta pembagian ratusan paket sembako kepada masyarakat setempat.

Ketua GRIB Jaya Kepulauan Meranti, Jami’an SM, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian hutan mangrove demi generasi mendatang. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk perhatian kepada masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari pemanfaatan fungsi hutan mangrove.

Menurutnya, upaya konservasi harus tetap mempertimbangkan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development), yakni pembangunan yang berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

Jami’an juga berharap masyarakat tetap tenang dan bijaksana terkait persoalan perdagangan ekonomi karbon sambil menunggu kebijakan pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat terkait pemanfaatan fungsi hutan mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Kami berharap adanya kebijakan khusus terkait pemanfaatan fungsi hutan mangrove bagi masyarakat di wilayah pulau terluar dan perbatasan seperti Kepulauan Meranti, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang masih tergolong miskin ekstrem,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa solusi legal dalam pemanfaatan fungsi hutan sangat diperlukan agar masyarakat tetap memperoleh penghidupan, sementara kelestarian hutan tetap terjaga.

“Ke depan kita akan menyiapkan badan hukum, perizinan, serta administrasi lainnya. Menurut kami legal itu mudah, sepanjang mengikuti aturan sesuai Undang-Undang Kehutanan dan lingkungan hidup,” tegas Jami’an.

Sementara itu, Ketua Laskar Muda Melayu Riau (LM2R), Jefrizal SH, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah pesisir sejak lama menggantungkan hidup dari kawasan mangrove.

“Perhutanan sosial saat ini menjadi solusi konkret bagi masyarakat. Ketika masyarakat melakukan pelestarian dan perlindungan hutan mangrove, maka aspek keberlanjutan harus menjadi prioritas,” katanya.

Perwakilan Kelompok Perhutanan Sosial Koperasi Bumi Mangrove Sejahtera, Asnawi Nazar, menjelaskan pihaknya telah memiliki kelompok perhutanan sosial dan KOPGRABKT Jaya Meranti sebagai wadah kolaborasi masyarakat dalam pemanfaatan fungsi hutan mangrove secara legal dan berkelanjutan.

“Kami berharap ada sinergi bersama pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat agar pemanfaatan hutan mangrove dapat mendorong ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan perwakilan KOPGRABKT Jaya Meranti, R. Antoni. Ia menilai sektor konversi mangrove selama ini berkaitan langsung dengan kehidupan para pekerja dan buruh bongkar muat.

“Jika faktor produksi bergerak dan alat produksi berjalan, maka masyarakat memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ini juga berdampak terhadap UMKM, daya beli masyarakat, hingga sektor ketenagakerjaan lainnya,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Konsultan LPB BDS-P Kementerian Koperasi dan UMKM RI, Arman Saputra SIP, turut mengucapkan selamat HUT ke-15 GRIB Jaya Indonesia.

Ia juga menyampaikan salam hormat kepada Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshal, serta Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Riau, Martin Purba.

Menurut Arman, pemerintah pada prinsipnya membuka ruang bagi masyarakat dalam pengelolaan hutan sosial demi kesejahteraan rakyat. Namun demikian, seluruh kegiatan tetap harus mempertimbangkan aspek hukum, lingkungan, produksi, hingga pemasaran agar usaha yang dijalankan benar-benar layak dan berkelanjutan.

“Semua kegiatan harus memiliki studi kelayakan dan bernilai ekonomis demi keberlangsungan hidup masyarakat banyak. Tentunya kita tetap memerlukan petunjuk dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum,” tutupnya.

Red/

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, Tim Kesehatan Perkuat Pendampingan Jemaah Haji Siak.



Kupas Nusantara, Madinah--Sebanyak 257 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Siak saat ini dalam kondisi sehat. Namun cuaca panas dan kering menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji Kabupaten Siak khususnya jemaah lanjut usia (lansia).

"Cuaca di sini cukup panas dan kering, suhu mencapai 42 derajat Celcius di siang hari. Namun sejauh ini, jemaah haji dalam keadaan stabil tidak ada yang di rawat," kata Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan Kabupaten Siak, dr. Atika Rifiani, saat di hubungi, di Arab Saudi, Selasa (12/5/2026).

Ia mengabarkan, sebagian besar jemaah haji mengalami dampak perbedaan cuaca antara Indonesia yang beriklim tropis yang hangat dan lembab sedangkan Arab Saudi panas dan kering. 

"Karena itu, calon jemaah haji kita mengalami kulit kering, gatal-gatal dan bibir kering. Beberapa mengalami batuk, tenggorokan kering, hidung terasa kering dan badan meriang," kata Tika.

Meskipun demikian, tim kesehatan kloter kerjasama dengan petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun klinik sektor di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan pendampingan secara intensif bagi cjh lansia dan yang memiliki riwayat penyakit.

"Jemaah haji Lansia kita mudah lelah dan sering lupa minum obat. Namun kami terus pantau secara intensif dan mengedukasi dan ingatkan mereka untuk bawa dan minum air," terang Tika.

Saat ini calon jema'ah haji Kabupaten Siak baru saja usai melakukan ziarah kemudian berkunjung ke mesjid Quba, berwisata ke kebun kurma, jabal Uhud dan melewati beberapa mesjid yang ada di sekitaran Madinah serta mengunjungi museum Biografi Rasulullah. 

Jemaah haji juga secara mandiri dengan aplikasi Nusuk serta yang tidak bisa menggunakan aplikasi secara kolektif sudah dapat memasuki Rawdah.

"Saat ini, jemaah haji sedang persiapan untuk keberangkatan menuju kota mekah, untuk menjalani rangkaian ibadah haji berikutnya," punkasnya.

(Dep/MC Siak)

Panen Ikan Lele, Lapas Narkotika Rumbai Dukung Program Ketahanan Pangan



Kupas Nusantara, Pekanbaru - Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai melaksanakan kegiatan panen ikan lele pada hari ini sebagai bagian dari program ketahanan pangan di lingkungan lapas, Selasa (12/5/26).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama petugas dan warga binaan yang selama ini turut merawat serta mengelola kolam budidaya lele.

Panen ikan lele ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sarana budidaya yang produktif sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman dan keterampilan di bidang perikanan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Panen Kangkung Wujudkan Ketahanan Pangan di Lapas Narkotika Rumbai



Kupas Nusantara, Pekanbaru - Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali melaksanakan kegiatan ketahanan pangan melalui panen kangkung yang dilaksanakan pada hari ini di area perkebunan lapas, Selasa (12/5/26).

Kegiatan ini melibatkan petugas serta warga binaan sebagai bentuk pembinaan kemandirian dan pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas.

Panen kangkung ini merupakan hasil dari perawatan dan pengelolaan yang dilakukan secara rutin oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas.

Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam bidang pertanian serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan keterampilan yang bermanfaat.

Senin, 11 Mei 2026

KOTI MPW Riau Berpartisipasi Menjaga Kelancaran Pembagian Bantuan Pangan di Kelurahan Sekip*



 

Kupas Nusantara, pekanbaru || Komando Inti Pemuda Pancasila MPW Riau berpartisipasi dalam menjaga kelancaran pembagian Bantuan Pangan di Kelurahan Sekip, Pekanbaru (11/05/2026). Kegiatan ini diadakan oleh Kelurahan Sekip dan dilaksanakan di area Kantor Kelurahan Sekip, Jalan Kuantan I No. 02

Komandan KOTI MPW Riau, Ari Ghafar, S.H, mengatakan bahwa KOTI merupakan garda terdepan dari Pemuda Pancasila untuk dapat membantu kegiatan dimasyarakat dalam rangka mendukung ketahanan pangan sesuai dengan instruksi dari Ketua MPW Bapak Anto Rachman.

KOTI wajib hadir ditengah tengah masyarakat tanpa harus diminta, akan tetapi panggilan dari organisasi untuk menjadi organisasi yang peduli dengan masyarakat, Ujar Ari Ghafar, S.H.

Disela sela kegiatan tersebut Lurah Sekip, Edwar Brata Putra, S.IP. juga mengucapkan terima kasih atas hadirnya KOTI MPW Riau dengan tanpa adanya permintaan, dan langsung ikut serta mengatur kelancaran pembagian Bantuan Pangan tersebut, sehingga pembagian ini menjadi lancar dan sangat teratur.

Dan turut juga dalam kegiatan tersebut Dandema KOTI MPW Riau Ferry F Leatemia, S.H, 
mempersilahkan masyarakat yang hadir agar dapat memarkirkan kendaraannya dihalaman Sekretariat Markas Komando KOTI MPW Riau, secara gratis dikarena lokasi parkir dari kelurahan tidak sanggup menampung banyak kendaraan yang hadir siang tadi. Di Akhir pembicaraannya Dandema KOTI MPW Riau mengatakan agar kegiatan Bersama ini dapat berlangsung hingga seterusnya, sehingga masyarakat dapat merasakan bahwa KOTI MPW Riau ini selalu ada dan hadir di tengah tengah masyarakat

Wabup Syamsurizal Apresiasi Peran serta Dunia Usaha, Dukung Pembangunan Rumah Singgah Kesehatan BWI Siak



Kupas Nusantara, Siak--Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengapresiasi kontribusi serta kepedulian PTPN IV Regional III Sei Buatan atas pembangunan rumah singgah kesehatan program Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Siak.
 
PKS milik BUMN tersebut menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp50 juta, kepada BWI yang diterima secara simbolis oleh Ketua BWI Kabupaten Siak yang juga Wakil Bupati Siak.
 
“Kami atas nama pemerintah dan BWI Kabupaten Siak mengucapkan terimakasih kepada pihak Perusahaan yang turut mendukung program BWI Siak,” kata dia, Kantor Bupati Siak, Senin (11/5/2026).
 
Syamsurizal mengatakan, melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, diharapkan program wakaf mampu menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Siak.
 
“Melalui peran serta dunia usaha, kita harapkan pembangunan rumah singgah kesehatan dapat memberikan dampak nyata bagi kaum dhuafa sehingga dapat meringankan beban biaya penginapan dan transportasi saat menjalani pengobatan berulang,” terangnya.
 
Dalam pertemuan tersebut, BWI Kabupaten Siak memaparkan program Gerakan Wakaf Tunai Rp1.000 per hari yang menyasar ASN, masyarakat, hingga dunia usaha sebagai upaya memperkuat partisipasi sosial dan pemberdayaan umat.
 
Selain itu, turut dibahas rencana pembangunan rumah singgah melalui program infak Rp1.000 per hari yang diharapkan dapat segera direalisasikan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
Manager Kebun Sei Buatan PTPN IV Regional III Sei Buatan, Andri, menyampaikan bahwa perusahaan ingin turut ambil bagian dalam gerakan wakaf dan mendorong program sosial yang dijalankan BWI.
 
“Kami berharap program ini dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ringkasnya.
 
Rumah Singgah Kesehatan di Siak memiliki peran penting bagi masyarakat kurang mampu. Fasilitas ini memberikan tempat menetap sementara bagi pasien dhuafa yang dirujuk ke rumah sakit, terutama yang berasal dari pelosok jauh.
 
Inisiatif Rumah Singgah Kesehatan di Siak, yang diresmikan melalui sinergi BWI Siak dan Pemkab Siak, menjadi jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat dhuafa untuk akses kesehatan yang lebih adil.
 
Audiensi tersebut membahas berbagai program dan bidang usaha yang akan dijalankan oleh BWI Kabupaten Siak, termasuk evaluasi bantuan yang telah dikucurkan serta penguatan gerakan wakaf tunai di tengah masyarakat.
 
Eko/MC Siak

Santri WBP Perdalam Ilmu Fiqih di Masjid At-Taubah Lapas Narkotika Rumbai



Kupas Nusantara, Pekanbaru - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) santri di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali mengikuti kegiatan pembelajaran fiqih yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah, Senin (11/5/26).

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi para WBP.

Melalui pembelajaran fiqih tersebut, para santri dibimbing untuk memahami tata cara ibadah dan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. 

Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan serta membentuk pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done