KUPAS NUSANTARA

Senin, 20 April 2026

Bupati Afni Resmikan Galangan Kapal MNS di KITB, Dorong Geliat Ekonomi Maritim



Sungai Apit, kupasnusantara-site – Bupati Siak Afni Zulkifli meresmikan pembangunan galangan kapal terpadu milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) sekaligus pembukaan akses jalan sepanjang 1,2 km di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Senin (20/4/2026).


Pembangunan galangan kapal ini sepenuhnya berasal dari investasi swasta di kawasan industri milik pemerintah daerah. PT MNS melakukan investasi senilai lebih dari Rp300 miliar, dengan tahap pertama direalisasikan sebesar Rp100 miliar lebih.


Bupati Afni menyampaikan, galangan ka

pal ini diproyeksikan menjadi pusat layanan perbaikan dan pembangunan kapal terbesar se-Sumatera.


“Ini menjadi awal kebangkitan KITB yang baik. Saya berterima kasih kepada PT MNS yang dengan berani mengucurkan investasi besar di KITB. Kepercayaan investor adalah modal agar kawasan ini terus berkembang ke depan,” ujar Afni dalam sambutannya.


Afni mengapresiasi komitmen PT MNS menanamkan investasi besar di KITB, yang menandai babak baru geliat ekonomi sektor maritim di kawasan industri tersebut.


“KITB menjadi jantung ekonomi baru di Kabupaten Siak, bahkan Provinsi Riau dan Sumatera. Lokasi ini diharapkan menjadi jalur distribusi pasokan komoditas, baik ke dalam maupun ke luar Provinsi Riau, bahkan lintas negara,” kata Afni.


Dengan hadirnya investasi ini, sambungnya, diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). KITB menurutnya adalah “harta karun” milik Siak yang mulai dibenahi secara bertahap.


“Kawasan ini harga mati untuk terus dikembangkan. Saya juga meminta agar kawasan ini ditata ulang. Investasi dipermudah, proses perizinan dipercepat, aturan hukumnya diperjelas, agar investor tidak ragu dan memiliki kepastian berinvestasi di sini. Saya ingatkan kepada jajaran saya, jangan ada pungli kepada para investor,” tegas Afni.


Afni menjelaskan, KITB sempat lama vakum dari perbincangan, padahal instrumen pengembangan kawasan ini sudah lengkap. Mulai dari pengelola, payung hukum dalam bentuk perda, hingga pernah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).


Namun faktanya, kawasan industri tersebut hanya tinggal nama. Lahan terus berkurang akibat peralihan kepemilikan dalam bentuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Bahkan, lahan yang telah dikuasai masih berupa semak belukar.


“Saya mau yang seperti ini ditata ulang. Jajaran direksi KITB harus mengkaji SHGB yang sudah dialihkan. Tenant yang telah menguasai lahan itu harus diberi peringatan. Tanyakan kapan dibangun? Kalau mereka serius, bantu percepat proses perizinannya. Saya ingin tenant lain juga seperti MNS ini. Beberapa bulan lalu mereka ekspose rencana bisnis di depan saya, kita yakinkan, dan Alhamdulillah hari ini ground breaking. Ini namanya bukan omon-omon,” ujar Afni, disambut tepuk tangan.


Afni menambahkan, Kementerian Perhubungan juga berjanji bahwa pengelolaan kawasan pelabuhan akan dikembalikan kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik daerah. Prosesnya saat ini sedang dipersiapkan, dengan syarat kepengurusan BUP harus baru.


“Mohon doa agar pelabuhan di kawasan ini kembali kita kelola. Pasca ambruknya jembatan pelabuhan, saya langsung menghadap Bapak Menteri Perhubungan. Alhamdulillah beliau berjanji pengelolaan kawasan ini tetap diberikan kepada BUMD Siak, dengan catatan BUP-nya harus baru. Saat ini tengah kita siapkan,” sebut Afni.


Direktur PT MNS, Yudi Utomo, menjelaskan bahwa pembangunan galangan kapal ini akan menyerap sekitar 200 tenaga kerja, baik pada tahap pembangunan maupun saat operasional. Mayoritas tenaga kerja berasal dari lokal dengan latar belakang keahlian teknik.


“Sejak dibangun hingga beroperasi nanti, kami membutuhkan kurang lebih 200 tenaga kerja. Spesifikasinya mayoritas tenaga teknik, terutama teknik pengelasan. Kami mengikuti arahan Ibu Bupati untuk memprioritaskan warga Siak,” ujar Yudi.


Terkait potensi pasar, Yudi menyebutkan sangat besar. Berdasarkan hasil kajian feasibility study, tercatat arus kapal di Provinsi Riau mencapai 8.539 kapal domestik dan 331 kapal luar negeri.


“Lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan muara dan menghadap langsung ke Selat Padang. Selain itu, grup PT MNS juga mengoperasikan 123 kapal milik sendiri. Kami percaya dengan komitmen kepemimpinan Ibu Bupati yang ramah investor, sehingga kami tidak ragu untuk berinvestasi tahap pertama lebih dari Rp100 miliar di sini,” jelasnya.


Selain membangun galangan kapal, PT MNS juga membangun fasilitas pemurnian air secara mandiri. Akses jalan sepanjang 1,2 km turut dibangun dengan nilai lebih dari Rp7 miliar untuk mendukung mobilitas di kawasan industri.


“Di sini kami juga membangun fasilitas Reverse Osmosis (RO) untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Tantangan di KITB adalah ketersediaan air bersih, sehingga kami upayakan mandiri. Begitu juga dengan jalan, setelah mendapat arahan dan dukungan Pemda Siak, kami bangun akses jalan sekitar Rp7 miliar,” tutupnya.


(Dep/MC Siak)

Minggu, 19 April 2026

Aula SMAN 4 Pekanbaru Bergemuruh, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Keselamatan Lalu Lintas dan Green Policing Sejak Dini

Pekanbaru, kupasnusantara-site – Suasana Mushalla SMAN 4 Pekanbaru, yang berlokasi di Jalan Adi Sucipto No. 64 (Komplek AURI), tampak berbeda pada Senin pagi (20/04/2026). Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa dan puluhan guru memadati lokasi kegiatan dalam rangka program Police Goes To School yang dipadukan dengan kampanye Green Policing oleh Ditlantas Polda Riau. Antusiasme peserta membuat aula bergemuruh, mencerminkan tingginya semangat generasi muda dalam menyambut edukasi keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., bersama tim Subdit Kamsel. Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel Ditlantas lainnya, di antaranya AKP Dedi Siswanto, IPTU Riza Elfiera, Aipda Sartika FES, Brigadir Annisa Elfitri, Brigadir Annisa Widya Wiratami, serta ASN R. Pardosi.

Sebanyak 71 guru dan 1.064 siswa/i SMAN 4 Pekanbaru mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian. Dalam penyampaiannya, AKBP Dasril menekankan pentingnya kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, dengan mengacu pada data anatomi kecelakaan lalu lintas tahun 2026. Ia mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa kecelakaan bukan hanya angka statistik, tetapi peristiwa nyata yang berdampak besar terhadap keselamatan jiwa.

“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban. Generasi muda memiliki peran penting sebagai pelopor keselamatan di jalan raya,” tegasnya di hadapan para peserta.

Sorak sorai pun pecah dan memenuhi ruangan saat sesi tanya jawab berlangsung bersama Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril. Para siswa tampak antusias mengangkat tangan, berlomba menjawab pertanyaan seputar keselamatan berlalu lintas yang disampaikan, menciptakan suasana interaktif dan penuh semangat.

Dalam keterangannya, AKBP Dasril juga menyampaikan bahwa kegiatan Police Goes To School yang dipadukan dengan Green Policing merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran sejak usia dini.

“Kami ingin menanamkan mindset kepada para pelajar bahwa keselamatan berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga agen perubahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 4 Pekanbaru, H. Sahid Suwarno, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terlaksananya kegiatan Police Goes To School yang memberikan manfaat besar bagi para guru dan siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran Ditlantas Polda Riau memberikan pemahaman yang sangat penting bagi siswa kami terkait tertib berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu dalam membentuk karakter disiplin dan kesadaran sosial generasi muda,” ujarnya.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, juga menegaskan bahwa program Police Goes To School merupakan salah satu program prioritas Polri dalam membangun karakter generasi muda.

“Program Police Goes To School adalah bagian dari upaya prioritas Polri dalam membentuk karakter generasi muda agar memahami dan mematuhi tata tertib berlalu lintas sejak dini. Sejalan dengan itu, program Green Policing juga kami dorong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sehingga generasi muda tidak hanya tertib di jalan, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Untuk meningkatkan interaksi, kegiatan juga diisi dengan sesi kuis seputar keselamatan berlalu lintas. Suasana semakin hidup ketika para siswa berlomba menjawab pertanyaan, dengan hadiah menarik berupa helm SNI, tumbler, dan buku panduan keselamatan lalu lintas yang telah disiapkan panitia.

Tidak hanya fokus pada keselamatan di jalan, Ditlantas Polda Riau juga mengintegrasikan program Green Policing sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bibit pohon berbuah kepada pihak sekolah sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.

Melalui kegiatan ini, sejumlah hasil positif berhasil dicapai, di antaranya tersampaikannya edukasi program Green Policing sebagai inisiatif Kapolda Riau dalam mengajak masyarakat menjaga lingkungan, meningkatnya pemahaman guru dan siswa tentang pentingnya tertib berlalu lintas, serta tumbuhnya komitmen bersama untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan edukatif yang humanis mampu membangun kesadaran kolektif sejak dini. Dengan semangat kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan, diharapkan tercipta generasi muda yang tidak hanya tertib berlalu lintas, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar.(***)

PJR Riau Gerak Cepat Tangani Laka Lantas Ganda di Tol Permai, Satu Korban Meninggal Dunia

 


Pekanbaru, kupasnusantara-site – Personel Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Riau bergerak cepat menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas ganda yang terjadi di Jalan Tol Permai KM 38, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.


Kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan, yakni mobil Daihatsu Terios BM 1662 NF dan truk Hino BM 9569 TY yang saat itu dalam kondisi berhenti di bahu jalan.


Berdasarkan informasi di lapangan, kecelakaan bermula saat mobil Daihatsu Terios yang datang dari arah Pekanbaru menuju Duri tiba-tiba bergerak ke kiri hingga masuk ke bahu jalan. Pada saat bersamaan, terdapat kendaraan truk Hino yang sedang berhenti akibat mengalami gangguan mesin (overheat).


Diduga akibat pengemudi mengantuk serta kondisi jalan menanjak, kendaraan Daihatsu Terios tidak dapat dikendalikan dan menabrak bagian belakang truk Hino yang sedang berhenti.


Akibat kejadian tersebut, pengemudi Daihatsu Terios, Irma (45), meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka berat, yakni Sanusi Tandi (50), Brian (11), dan Rizkya Zahara Tania (13), yang seluruhnya merupakan warga Jalan Siak II, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.


Kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp50 juta.


Petugas Sat PJR yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, memberikan pertolongan kepada korban, serta mengevakuasi seluruh korban ke RS Awal Bros Ahmad Yani Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti dan berkoordinasi dengan Unit Laka Polsek Kandis Polres Siak untuk penanganan awal.


Penanganan di lapangan dipimpin langsung oleh Panit Regu 1 Tol Permai, Ipda Aljamil, bersama personel Aiptu Edi Jimmi, Aipda Andri Mulyadi, dan Brigadir Risky Aprianda yang sigap melakukan evakuasi dan pengamanan di lokasi kejadian.


Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat.


“Begitu menerima informasi, personel kami langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengevakuasi korban, serta mengamankan lokasi kejadian agar tidak menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lanjutan,” ujarnya.


Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima saat berkendara.


“Kami mengingatkan kepada pengendara agar tidak memaksakan diri saat mengantuk. Apabila merasa lelah, segera beristirahat di rest area demi keselamatan bersama,” tambahnya.


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel yang telah bergerak cepat dalam menangani kejadian tersebut.


“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada personel PJR serta tim HK yang telah merespons cepat kejadian ini, memberikan pertolongan kepada korban, serta melakukan pengamanan di lokasi sehingga situasi tetap kondusif,” ungkapnya.


Setelah memberikan bantuan pertolongan dan pengamanan di lokasi kecelakaan, personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau selanjutnya menyerahkan penanganan perkara kepada Satlantas Polres Siak untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.


Kehadiran cepat personel PJR bersama tim terkait di lokasi mendapat apresiasi karena sigap dalam memberikan bantuan kepada para korban serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.(***)

Zuriat Marhum Pekan, Ir. Tengku Amir Ahmad,Sampaikan Terima Kasih Mendalam kepada LAMR Kota Pekanbaru


 
Kupas Nusantara || PEKANBARU – Perhelatan akbar Pentas Drama Musikal Sejarah Marhum Pekan dan Peluncuran Lagu Marhum Pekan sukses digelar dengan penuh khidmat. Momentum bersejarah ini memicu rasa syukur dan apresiasi yang mendalam dari pihak keluarga keturunan pendiri Kota Pekanbaru.
 
Mewakili keluarga besar, Ir. Tengku Amir Ahmad menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan, SH., MH.
 
"Atas nama Zuriat Marhum Pekan, saya Ir. Tengku Amir Ahmad, mengucapkan ribuan terima kasih kepada Datuk Seri Muspidauan. Berkat visi dan dukungan beliau, sejarah Marhum Pekan dapat divisualisasikan dengan begitu indah melalui drama musikal dan lagu ini," ungkap Ir. Tengku Amir Ahmad.
 
Penghargaan untuk Dedikasi Hulubalang
 
Selain apresiasi terhadap pelaksanaan acara, Ir. Tengku Amir Ahmad juga memberikan penghormatan khusus kepada jajaran Hulubalang LAMR Kota Pekanbaru yang telah memberikan pengawalan ketat dan penuh dedikasi terhadap para Zuriat selama kegiatan berlangsung.
 
Ucapan terima kasih tersebut ditujukan kepada:
 
- Panglima Besar Muhammad Nasir
- Sekjen Panglima Besar Madya Sonni Aroma, ST.
 
"Kami sangat menghargai dedikasi yang ditunjukkan oleh Panglima Besar Muhammad Nasir dan Sekjen Panglima Besar Madya Sonni Aroma.
Pengawalan dari Hulubalang tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menunjukkan bentuk nyata penghormatan adat kepada Zuriat Marhum Pekan," tegasnya lagi.
 
Menjaga Marwah Sejarah
 
Kegiatan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga marwah dan melestarikan sejarah pendiri Kota Pekanbaru agar tetap diingat oleh generasi mendatang. Sinergi antara para Zuriat dengan LAMR Kota Pekanbaru diharapkan terus terjalin erat demi kemajuan budaya Melayu di tanah bertuah.
 
Pementasan ini menjadi bukti bahwa
marwah dan melestarikan sejarah pendiri Kota Pekanbaru agar tetap diingat oleh generasi mendatang. Sinergi antara para Zuriat dengan LAMR Kota Pekanbaru diharapkan terus terjalin erat demi kemajuan budaya Melayu di tanah bertuah.
 
Pementasan ini menjadi bukti bahwa sejarah besar Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Pekan) akan selalu hidup di hati masyarakat Pekanbaru melalui dukungan tokoh-tokoh adat yang peduli akan akar budayanya. (**ocha)

Sabtu, 18 April 2026

Ribuan Warga CFD Teredukasi! Ditlantas Polda Riau Kampanyekan Tertib Lalu Lintas dan Tanam Kepedulian Lingkungan



Pekanbaru, kupasnusantara-site – Direktorat Lalu Lintas Polda Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas dan Program Green Policing yang dilaksanakan di area Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Pekanbaru, Minggu (19/04/2026).


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, dan melibatkan sejumlah personel dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Ditlantas Polda Riau.


Dalam suasana santai namun penuh edukasi, kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi kampanye keselamatan berlalu lintas serta pengenalan program Green Policing kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja yang hadir di lokasi CFD.


Antusiasme masyarakat terlihat tinggi saat sesi kuis interaktif digelar. Para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa helm, tumbler, buku panduan keselamatan berlalu lintas, balon, hingga bibit pohon sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi nyata.


Dalam keterangannya, AKBP Dasril menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menanamkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban. Melalui Green Policing, kami juga mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.


Apresiasi juga datang dari masyarakat yang hadir di lokasi CFD. Salah satu pengunjung, Hendri, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Polantas Riau.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan bermanfaat, apalagi disampaikan dengan cara yang santai dan mudah dipahami. Kami sebagai masyarakat merasa lebih dekat dengan polisi, dan tentunya jadi lebih sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas serta menjaga lingkungan. Kami mengapresiasi Polantas Riau yang terus aktif memberikan edukasi Kamseltibcar Lantas dan program Green Policing,” ungkapnya.


Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat.

“Kami terus mendorong pendekatan edukatif dan humanis dalam setiap kegiatan kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas. Melalui momentum CFD ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai budaya, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui program Green Policing,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa Ditlantas Polda Riau akan terus konsisten hadir di tengah masyarakat dengan berbagai inovasi kegiatan yang edukatif, kolaboratif, dan berdampak positif bagi keselamatan serta kelestarian lingkungan.


Selain itu, momen spesial juga diberikan kepada masyarakat dan anggota Polri yang berulang tahun di bulan April dengan penyerahan bibit pohon sebagai simbol harapan akan kehidupan yang berkelanjutan.


Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas dan kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.


Dengan pendekatan humanis dan edukatif, Ditlantas Polda Riau terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta mendukung lingkungan yang lebih hijau dan lestari.(***)

Pelepasan Pejabat Lama Dan Perkenalan Pejabat Baru Lapas Narkotika Rumbai

Pekanbaru, kupasnusantara-site - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai menggelar acara Pelepasan Pejabat Lama dan Perkenalan Pejabat Baru, yakni Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Kepala Seksi 
Bimbingan Narapidana Anak Didik Dan Kegiatan Kerja. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, yang berlangsung di Aula Lapas Narkotika Rumbai. (Jum'at, 17/04/2026)

Dalam pisah sambut tersebut jabatan Kepala Subbagian Tata Usaha yang sebelumnya dijabat oleh Ade Kurniawan digantikan oleh Budi Hamidi. Lalu Kepala KPLP sebelumnya dijabat oleh Ridho Kurniawan digantikan oleh Theo Tri Utama Panggabean. Serta Kepala Seksi Binadik dan Giatja yang sebelumnya dijabat oleh Ralphy Prasetyo digantikan oleh Sunu Istiqomah Danu.

Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Narkotika Rumbai yang menyampaikan terimakasih atas pengabdiannya kepada pejabat yang lama dan kepada pejabat yang baru selamat bergabung.

"Saya pribadi mengucapkan selamat dan sukses kepada pejabat yang lama, raih terus prestasi dan raih cita-cita serta berikan yang terbaik kepada negeri, serta selamat bergabung kepada pejabat yang baru semoga dapat memberikan kontribusi positif dan meningkatkan sinergi di segala lini untuk kemajuan Lapas Narkotika Rumbai ini," ujarnya. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan foto bersama.

Di Tengah Arus Modernisasi, Bupati Siak Ingatkan Ancaman Lenyapnya Identitas Melayu

Pekanbaru, kupasnusantara-site — Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengingatkan pentingnya menjaga marwah, sejarah, dan tradisi masyarakat Melayu di tengah derasnya arus modernisasi, yang dinilainya mulai menggerus identitas budaya dan nilai-nilai adat.

Pernyataan itu disampaikan Afni saat menghadiri Pergelaran Drama Musikal dan Peluncuran Lagu Marhum Pekan bersama keluarga besar zuriat Marhum Pekan serta keluarga raja-raja Siak di Balairung Marhum Pekan, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Afni menegaskan bahwa sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan fondasi penting yang tidak bisa dipisahkan dari identitas masyarakat Melayu saat ini. Ia mengingatkan bahwa pengabdian leluhur kepada sultan adalah nilai yang harus terus dijaga lintas generasi.

“Sejarah itu tidak boleh dilupakan. Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi pijakan moral kita hari ini. Marwah negeri harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Ia juga menyinggung posisi historis Kesultanan Siak yang telah menyatakan diri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurutnya, komitmen tersebut harus diiringi dengan keadilan terhadap masyarakat adat sebagai bagian dari warisan sejarah itu sendiri.

Di sisi lain, Afni menyoroti ancaman nyata terhadap keberlangsungan adat Melayu, yang tidak hanya terkait wilayah, tetapi juga praktik budaya yang mulai ditinggalkan.

“Kalau tradisi hilang, maka salah satu syarat pengakuan itu juga hilang. Dulu setiap aspek kehidupan orang Melayu penuh dengan adat dari membangun rumah, menikah, hingga masuk kampung. Hari ini itu mulai pudar,” katanya.

Menurut Afni, pelestarian adat tidak bisa hanya bersifat simbolik, melainkan harus dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai langkah, termasuk pemberian beasiswa bagi generasi muda dari komunitas adat serta revitalisasi kawasan Istana Siak sebagai pusat sejarah dan kebudayaan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk bersatu menjaga warisan budaya Melayu tanpa memelintir sejarah.

“Cerita yang kita wariskan harus lurus dan benar. Jangan sampai sejarah dibelokkan, karena generasi berikutnya akan kehilangan arah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Afni mengajak seluruh hadirin untuk terus merawat semangat kebersamaan dan mendoakan para sultan sebagai bagian dari penghormatan terhadap sejarah.

“Kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat, seperti para sultan baik saat hidup maupun setelah tiada. Itu warisan nilai yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done