KUPAS NUSANTARA

Selasa, 21 April 2026

Polres Siak Ringkus DPO Curanmor, Pelaku Tak Berlutik Saat Diamankan

 


SIAK, kupasnusantara-site – Tim Opsnal Satreskrim Polres Siak berhasil mengamankan seorang pria yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelaku yang diketahui berinisial DS alias D (22) ditangkap saat tengah bersantai di pinggir jalan pada Senin malam (20/04/2026).


Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan kehilangan yang diajukan oleh seorang mahasiswa KA (20), warga Desa Kota Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.


Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar,  SH,SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Dr.Raja Kosmos Parmulais, SH, MH menagatakan peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Kamis pagi, 26 Februari 2026. Korban baru menyadari sepeda motor Honda Supra X 125 warna hitam dengan nomor polisi BM 3578 YF miliknya raib saat hendak berangkat kerja sekitar pukul 07.30 WIB. Motor tersebut sebelumnya diparkir di garasi belakang rumahnya.


"Korban sempat mengunggah informasi kehilangan di status WhatsApp. Tak lama kemudian, seorang saksi berinisial P menghubungi korban dan menginformasikan bahwa ia sempat berpapasan dengan motor tersebut di Jalan Pemda Kampung Paluh yang dibawa oleh rekan pelaku sekitar pukul 01.54 WIB dini hari," Ucap AKP Kosmos. 

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materil sekitar Rp8.000.000.


Setelah hampir dua bulan melakukan pengejaran, Tim Opsnal Satreskrim Polres Siak di bawah pimpinan Kanit I IPDA Saut Adhi Karyansyah Pandiangan, S.H., M.H., mendapatkan titik terang mengenai keberadaan pelaku di seputaran Jalan Dr. Soetomo, Kampung Dalam, Kecamatan Siak.


"Sekira pukul 21.30 WIB, petugas melihat seorang pria dengan ciri-ciri yang identik dengan DPO sedang duduk di pinggir jalan. Petugas langsung bergerak cepat melakukan pengamanan. Saat diinterogasi, pelaku ini mengakui perbuatannya. Ia mengaku melakukan pencurian tersebut bersama rekannya yang berinisial AD" Tambah AKP Kosmos


Kini, D telah dibawa ke Mapolres Siak untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP baru).


Pihak kepolisian juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan



Siak, kupasnusantara-site – Dinamika yang terjadi terkait dokter spesialis di RSUD Siak mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Melalui pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Siak dan perwakilan tenaga medis, Asisten I Penasihat Khusus Presiden RI, Prof. Farhat hadir langsung untuk menjembatani komunikasi sekaligus mendorong solusi bersama di Ruang Kerja Wakil Bupati Siak, Selasa (21/4/2026).


Dalam pertemuan tersebut, turut disampaikan penjelasan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Prof. Farhat menegaskan bahwa kewajiban pemerintah daerah terhadap dokter spesialis ASN, seperti gaji, jasa layanan, hingga THR, telah dipenuhi.


“Kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dedikasi tersebut adalah kekuatan utama dalam menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut dokter spesialis tidak menerima gaji dalam kurun waktu tertentu tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Menurutnya, penyesuaian yang dilakukan hanya pada komponen Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).


“Sementara TPP merupakan tambahan penghasilan yang sangat bergantung pada kemampuan fiskal daerah. Oleh karena itu, dalam situasi tertentu, penyesuaian menjadi langkah yang harus diambil secara bijak dan bertanggung jawab,” jelasnya.


Lebih lanjut, Prof. Farhat mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral ASN dan tenaga kesehatan dalam mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. 


“Sebagai ASN, seorang dokter tidak boleh mengabaikan kepentingan rakyat. Pelayanan kesehatan harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.


Pemerintah daerah sendiri, lanjutnya, tetap berkomitmen menyelesaikan kewajiban yang ada secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Beberapa kewajiban TPP tahun sebelumnya telah diselesaikan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses penyesuaian.


Sementara itu, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dalam membantu mencarikan solusi. Ia menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian TPP sebesar 50 persen dilakukan secara menyeluruh bagi ASN di lingkungan Pemkab Siak.


“Rasanya sudah jelas dan terang benderang, bahwa TPP disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Kami berterima kasih atas atensi semua pihak dan mari kita jaga kondusifitas daerah, terutama memastikan pelayanan kesehatan kepada rakyat tetap berjalan baik,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi serta menjaga situasi tetap kondusif demi keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.


Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Siak, manajemen RSUD Siak, serta perwakilan dokter spesialis, sebagai bagian dari upaya bersama mencari solusi terbaik. (Pers Rilis)

Apel Ikrar Zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau

 


Pekanbaru, kupasnusantara-site - Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap pemberantasan HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau melaksanakan Apel Ikrar Zero HALINAR yang diikuti oleh seluruh jajaran, Selasa (21/4/26)


Apel ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Maizar, dan diikuti oleh seluruh UPT pemasyarakatan Se-Riau dan dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Rumbai, sebagai bentuk penegasan komitmen pimpinan dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.


Kegiatan ini merupakan wujud nyata keseriusan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, tertib, aman, dan berintegritas, serta sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Melalui ikrar ini, seluruh pegawai berkomitmen untuk menolak segala bentuk pelanggaran, menjaga profesionalitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugas.


Diharapkan, komitmen bersama ini dapat terus dijaga dan diimplementasikan secara konsisten dalam mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang Pasti Bersih.

Tanamkan Disiplin dan Cinta Lingkungan Sejak Dini, Ditlantas Polda Riau Gencarkan Police Goes To School di SDN 171 Pekanbaru

 


Pekanbaru, kupasnusantara-site – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan edukatif bertajuk Police Goes To School yang dirangkaikan dengan program Green Policing. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (21/04/2026) pagi di Lapangan SD Negeri 171, Jalan Sepakat, Pekanbaru.


Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga 09.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., bersama jajaran personel Subdit Kamsel. Turut hadir para guru serta sekitar 400 siswa-siswi SD Negeri 171 Pekanbaru yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Dasril menyampaikan materi kampanye keselamatan berlalu lintas yang menekankan pentingnya disiplin di jalan raya sejak usia dini. Edukasi diberikan berdasarkan data anatomi kecelakaan lalu lintas tahun 2026, sehingga para siswa dapat memahami secara nyata risiko dan dampak dari pelanggaran lalu lintas.


Tak hanya penyampaian materi, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan kuis seputar keselamatan berlalu lintas. Para siswa yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan hadiah menarik berupa helm berstandar SNI, tumbler, serta buku panduan keselamatan berlalu lintas, sebagai bentuk motivasi agar semakin peduli terhadap keselamatan di jalan.


Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Ditlantas Polda Riau juga melaksanakan program Green Policing dengan menyerahkan bibit pohon berbuah kepada pihak sekolah. Selain itu, dilakukan pula kegiatan pengumpulan sampah botol plastik sebagai langkah nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak dini.


Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini.

“Melalui program Police Goes To School, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan bersama. Dengan edukasi sejak dini, diharapkan mereka dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” jelasnya.


Ia juga menambahkan bahwa integrasi dengan program Green Policing menjadi langkah strategis untuk membangun generasi yang tidak hanya disiplin di jalan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.

“Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya tertib berlalu lintas, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga lingkungan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan budaya tertib dan peduli lingkungan di tengah masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 171 Pekanbaru, Sukarmi, S.Pd SD, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menilai program Police Goes To School dan Green Policing sangat bermanfaat dalam membentuk karakter siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ditlantas Polda Riau yang telah memberikan edukasi langsung kepada anak-anak kami. Kegiatan ini sangat positif dalam menanamkan disiplin berlalu lintas serta kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar siswa semakin sadar akan pentingnya keselamatan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.


Di akhir kegiatan, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan bahwa program Police Goes To School dan Green Policing merupakan bagian dari program prioritas Polri dalam membangun karakter generasi muda yang disiplin dan berintegritas.

“Edukasi kepada pelajar merupakan langkah strategis dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di masa depan. Kami ingin anak-anak menjadi agen perubahan yang mampu menularkan nilai-nilai keselamatan kepada keluarga dan lingkungannya,” tegasnya.


Ia juga menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan seiring dengan kesadaran berlalu lintas.

“Melalui Green Policing, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar, untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama,” tutupnya.


Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda Riau berhasil menanamkan pemahaman kepada para guru dan siswa tentang pentingnya tertib berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan serta mengurangi fatalitas korban di jalan raya. Selain itu, edukasi Green Policing turut mengajak seluruh elemen sekolah untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan.


Sejak dini, Ditlantas Polda Riau terus memupuk generasi bangsa agar tidak hanya patuh terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan generasi yang disiplin, berkarakter, dan bertanggung jawab.


Di lokasi kegiatan, suasana penuh keceriaan terlihat dari antusiasme para siswa yang aktif mengikuti setiap rangkaian acara. Interaksi hangat antara personel kepolisian dan siswa menjadi bukti bahwa pendekatan edukatif yang humanis mampu memberikan kesan positif sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat sejak usia dini.(***)

Senin, 20 April 2026

Viral! Ruang Perinatologi RSUD Pratomo Bagansiapiapi Diduga Jadi Lokasi Pesta Ultah




Kupas Nusantara, Rohil, Bagansiapiapi - Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh unggahan video yang menunjukkan dugaan pesta ulang tahun di dalam Ruang Perinatologi (Perina) RSUD dr. RM Pratomo Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil). Aksi tersebut memicu kecaman keras dari warganet karena dinilai melanggar etika dan standar prosedur rumah sakit.

Berdasarkan pantauan pada Minggu (19/4/2026), akun Facebook dan TikTok milik Anto Rakabuming Raka mengunggah potongan video yang memperlihatkan kerumunan wanita di sebuah ruangan. Ruangan tersebut tampak dihiasi dekorasi balon warna-warni dan tulisan "Happy Birthday".

Pengunggah menyertakan narasi kritis yang mempertanyakan fungsi fasilitas medis tersebut.

"Apakah itu rumah sakit umum atau tempat hiburan keluarga? Bayi-bayi di sana sedang berjuang antara hidup dan mati, tapi para stafnya malah sibuk merayakan pesta," tulis akun tersebut dalam unggahan yang telah dibagikan ribuan kali.

Ruang Steril yang Terabaikan

Masyarakat menyayangkan kejadian ini karena Ruang Perinatologi merupakan unit perawatan intensif khusus untuk bayi baru lahir (usia 0-28 hari). Secara medis, ruangan ini diperuntukkan bagi bayi prematur atau bayi dengan gangguan kesehatan serius yang membutuhkan kondisi steril, tenang, dan kondusif.

Keberadaan pesta dengan dekorasi dan keramaian di area tersebut dianggap mencederai Standard Operating Procedure (SOP) rumah sakit dan mengancam keselamatan pasien bayi yang sedang dalam observasi ketat.

Pihak RSUD Bungkam

Hingga Senin (20/4/2026), pihak RSUD dr. RM Pratomo Bagansiapiapi belum memberikan penjelasan resmi. Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada otoritas terkait, namun belum membuahkan hasil.

• Siapa yang dikonfirmasi: Direktur RSUD dr. RM Pratomo, Tribuana Tunggadewi.

• Status: Pesan singkat yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp hingga berita ini diterbitkan masih berstatus "centang satu" (tidak aktif/tidak terkirim).

Menunggu Klarifikasi

Publik kini mendesak Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan Dinas Kesehatan setempat untuk mengusut tuntas kebenaran video tersebut. Klarifikasi resmi sangat dibutuhkan untuk memastikan

Bupati Afni Resmikan Galangan Kapal MNS di KITB, Dorong Geliat Ekonomi Maritim



Sungai Apit, kupasnusantara-site – Bupati Siak Afni Zulkifli meresmikan pembangunan galangan kapal terpadu milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) sekaligus pembukaan akses jalan sepanjang 1,2 km di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Senin (20/4/2026).


Pembangunan galangan kapal ini sepenuhnya berasal dari investasi swasta di kawasan industri milik pemerintah daerah. PT MNS melakukan investasi senilai lebih dari Rp300 miliar, dengan tahap pertama direalisasikan sebesar Rp100 miliar lebih.


Bupati Afni menyampaikan, galangan ka

pal ini diproyeksikan menjadi pusat layanan perbaikan dan pembangunan kapal terbesar se-Sumatera.


“Ini menjadi awal kebangkitan KITB yang baik. Saya berterima kasih kepada PT MNS yang dengan berani mengucurkan investasi besar di KITB. Kepercayaan investor adalah modal agar kawasan ini terus berkembang ke depan,” ujar Afni dalam sambutannya.


Afni mengapresiasi komitmen PT MNS menanamkan investasi besar di KITB, yang menandai babak baru geliat ekonomi sektor maritim di kawasan industri tersebut.


“KITB menjadi jantung ekonomi baru di Kabupaten Siak, bahkan Provinsi Riau dan Sumatera. Lokasi ini diharapkan menjadi jalur distribusi pasokan komoditas, baik ke dalam maupun ke luar Provinsi Riau, bahkan lintas negara,” kata Afni.


Dengan hadirnya investasi ini, sambungnya, diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). KITB menurutnya adalah “harta karun” milik Siak yang mulai dibenahi secara bertahap.


“Kawasan ini harga mati untuk terus dikembangkan. Saya juga meminta agar kawasan ini ditata ulang. Investasi dipermudah, proses perizinan dipercepat, aturan hukumnya diperjelas, agar investor tidak ragu dan memiliki kepastian berinvestasi di sini. Saya ingatkan kepada jajaran saya, jangan ada pungli kepada para investor,” tegas Afni.


Afni menjelaskan, KITB sempat lama vakum dari perbincangan, padahal instrumen pengembangan kawasan ini sudah lengkap. Mulai dari pengelola, payung hukum dalam bentuk perda, hingga pernah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).


Namun faktanya, kawasan industri tersebut hanya tinggal nama. Lahan terus berkurang akibat peralihan kepemilikan dalam bentuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Bahkan, lahan yang telah dikuasai masih berupa semak belukar.


“Saya mau yang seperti ini ditata ulang. Jajaran direksi KITB harus mengkaji SHGB yang sudah dialihkan. Tenant yang telah menguasai lahan itu harus diberi peringatan. Tanyakan kapan dibangun? Kalau mereka serius, bantu percepat proses perizinannya. Saya ingin tenant lain juga seperti MNS ini. Beberapa bulan lalu mereka ekspose rencana bisnis di depan saya, kita yakinkan, dan Alhamdulillah hari ini ground breaking. Ini namanya bukan omon-omon,” ujar Afni, disambut tepuk tangan.


Afni menambahkan, Kementerian Perhubungan juga berjanji bahwa pengelolaan kawasan pelabuhan akan dikembalikan kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik daerah. Prosesnya saat ini sedang dipersiapkan, dengan syarat kepengurusan BUP harus baru.


“Mohon doa agar pelabuhan di kawasan ini kembali kita kelola. Pasca ambruknya jembatan pelabuhan, saya langsung menghadap Bapak Menteri Perhubungan. Alhamdulillah beliau berjanji pengelolaan kawasan ini tetap diberikan kepada BUMD Siak, dengan catatan BUP-nya harus baru. Saat ini tengah kita siapkan,” sebut Afni.


Direktur PT MNS, Yudi Utomo, menjelaskan bahwa pembangunan galangan kapal ini akan menyerap sekitar 200 tenaga kerja, baik pada tahap pembangunan maupun saat operasional. Mayoritas tenaga kerja berasal dari lokal dengan latar belakang keahlian teknik.


“Sejak dibangun hingga beroperasi nanti, kami membutuhkan kurang lebih 200 tenaga kerja. Spesifikasinya mayoritas tenaga teknik, terutama teknik pengelasan. Kami mengikuti arahan Ibu Bupati untuk memprioritaskan warga Siak,” ujar Yudi.


Terkait potensi pasar, Yudi menyebutkan sangat besar. Berdasarkan hasil kajian feasibility study, tercatat arus kapal di Provinsi Riau mencapai 8.539 kapal domestik dan 331 kapal luar negeri.


“Lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan muara dan menghadap langsung ke Selat Padang. Selain itu, grup PT MNS juga mengoperasikan 123 kapal milik sendiri. Kami percaya dengan komitmen kepemimpinan Ibu Bupati yang ramah investor, sehingga kami tidak ragu untuk berinvestasi tahap pertama lebih dari Rp100 miliar di sini,” jelasnya.


Selain membangun galangan kapal, PT MNS juga membangun fasilitas pemurnian air secara mandiri. Akses jalan sepanjang 1,2 km turut dibangun dengan nilai lebih dari Rp7 miliar untuk mendukung mobilitas di kawasan industri.


“Di sini kami juga membangun fasilitas Reverse Osmosis (RO) untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Tantangan di KITB adalah ketersediaan air bersih, sehingga kami upayakan mandiri. Begitu juga dengan jalan, setelah mendapat arahan dan dukungan Pemda Siak, kami bangun akses jalan sekitar Rp7 miliar,” tutupnya.


(Dep/MC Siak)

Minggu, 19 April 2026

Aula SMAN 4 Pekanbaru Bergemuruh, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Keselamatan Lalu Lintas dan Green Policing Sejak Dini

Pekanbaru, kupasnusantara-site – Suasana Mushalla SMAN 4 Pekanbaru, yang berlokasi di Jalan Adi Sucipto No. 64 (Komplek AURI), tampak berbeda pada Senin pagi (20/04/2026). Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa dan puluhan guru memadati lokasi kegiatan dalam rangka program Police Goes To School yang dipadukan dengan kampanye Green Policing oleh Ditlantas Polda Riau. Antusiasme peserta membuat aula bergemuruh, mencerminkan tingginya semangat generasi muda dalam menyambut edukasi keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., bersama tim Subdit Kamsel. Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel Ditlantas lainnya, di antaranya AKP Dedi Siswanto, IPTU Riza Elfiera, Aipda Sartika FES, Brigadir Annisa Elfitri, Brigadir Annisa Widya Wiratami, serta ASN R. Pardosi.

Sebanyak 71 guru dan 1.064 siswa/i SMAN 4 Pekanbaru mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian. Dalam penyampaiannya, AKBP Dasril menekankan pentingnya kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, dengan mengacu pada data anatomi kecelakaan lalu lintas tahun 2026. Ia mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa kecelakaan bukan hanya angka statistik, tetapi peristiwa nyata yang berdampak besar terhadap keselamatan jiwa.

“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban. Generasi muda memiliki peran penting sebagai pelopor keselamatan di jalan raya,” tegasnya di hadapan para peserta.

Sorak sorai pun pecah dan memenuhi ruangan saat sesi tanya jawab berlangsung bersama Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril. Para siswa tampak antusias mengangkat tangan, berlomba menjawab pertanyaan seputar keselamatan berlalu lintas yang disampaikan, menciptakan suasana interaktif dan penuh semangat.

Dalam keterangannya, AKBP Dasril juga menyampaikan bahwa kegiatan Police Goes To School yang dipadukan dengan Green Policing merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran sejak usia dini.

“Kami ingin menanamkan mindset kepada para pelajar bahwa keselamatan berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga agen perubahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 4 Pekanbaru, H. Sahid Suwarno, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terlaksananya kegiatan Police Goes To School yang memberikan manfaat besar bagi para guru dan siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran Ditlantas Polda Riau memberikan pemahaman yang sangat penting bagi siswa kami terkait tertib berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu dalam membentuk karakter disiplin dan kesadaran sosial generasi muda,” ujarnya.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, juga menegaskan bahwa program Police Goes To School merupakan salah satu program prioritas Polri dalam membangun karakter generasi muda.

“Program Police Goes To School adalah bagian dari upaya prioritas Polri dalam membentuk karakter generasi muda agar memahami dan mematuhi tata tertib berlalu lintas sejak dini. Sejalan dengan itu, program Green Policing juga kami dorong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sehingga generasi muda tidak hanya tertib di jalan, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Untuk meningkatkan interaksi, kegiatan juga diisi dengan sesi kuis seputar keselamatan berlalu lintas. Suasana semakin hidup ketika para siswa berlomba menjawab pertanyaan, dengan hadiah menarik berupa helm SNI, tumbler, dan buku panduan keselamatan lalu lintas yang telah disiapkan panitia.

Tidak hanya fokus pada keselamatan di jalan, Ditlantas Polda Riau juga mengintegrasikan program Green Policing sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bibit pohon berbuah kepada pihak sekolah sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.

Melalui kegiatan ini, sejumlah hasil positif berhasil dicapai, di antaranya tersampaikannya edukasi program Green Policing sebagai inisiatif Kapolda Riau dalam mengajak masyarakat menjaga lingkungan, meningkatnya pemahaman guru dan siswa tentang pentingnya tertib berlalu lintas, serta tumbuhnya komitmen bersama untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan edukatif yang humanis mampu membangun kesadaran kolektif sejak dini. Dengan semangat kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan, diharapkan tercipta generasi muda yang tidak hanya tertib berlalu lintas, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar.(***)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done