KUPAS NUSANTARA

Jumat, 12 Juni 2026

Sambut Satu Muharram 1448 H, Bupati Siak Imbau Pelajar Shalat Berjemaah ke Masjid

Kupas Nusantara, SIAK- Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si., mengimbau seluruh pelajar di Kabupaten Siak untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan memperbanyak kegiatan keagamaan di masjid dan musala.

Imbauan tersebut dituangkan dalam Surat Himbauan Nomor 000/SETDA-KESRA/3 Tahun 2026 tentang Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H yang ditetapkan di Siak Sri Indrapura pada 10 Juni 2026.

Afni mengajak seluruh kalangan pelajar, orangtua, serta majelis guru di seluruh tingkatan sekolah untuk meramaikan masjid dan musala terdekat dengan kegiatan ibadah, tausiyah, dan membaca Al-Qur'an.

"Untuk disimak bagi kalangan pelajar, orang tua, dan majelis guru di berbagai tingkatan sekolah se-Kabupaten Siak. Mari sambut Tahun Baru Islam 1448 H dengan sederhana, ramaikan masjid dan musala terdekat, isi dengan tausiyah dan membaca Al-Qur'an," ujar Afni.

Surat imbauan yang dibuat Bupati Siak tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Wilayah I, serta seluruh kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA negeri dan swasta se-Kabupaten Siak.

Dalam surat imbauan itu, Pemkab Siak mengusung tema "Semangat Tahun Baru Islam 1448 H, Wujudkan Generasi Islami melalui Gerakan Shalat Berjemaah di Mesjid dan Magrib Mengaji untuk Membentuk Pelajar Siak yang Beriman, Berakhlak Mulia, dan Berprestasi."

Pelajar diimbau melaksanakan salat lima waktu terutama Magrib dan Isya berjemaah di masjid atau musala terdekat pada malam 1 Muharram 1448 H atau 15 Juni 2026. Para pelajar juga diminta mengikuti kegiatan Magrib Mengaji, pembacaan Surah Yasin bersama, tausiyah, maupun kegiatan keagamaan lainnya yang diselenggarakan pengurus masjid dan musala.

Selain itu, pelajar diharapkan tetap berada di lingkungan masjid atau musala hingga pelaksanaan salat Isya berjemaah sebelum kembali ke rumah masing-masing. Orangtua dan wali murid juga diminta turut mendampingi serta mengawasi anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Momentum Tahun Baru Islam, ungkap bupati perempuan pertama di Siak itu, harus menjadi sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap masjid, Al-Qur'an, dan nilai-nilai keislaman.

"Melalui momentum Tahun Baru Islam ini, mari kita jadikan gerakan shalat berjemaah dan mengaji di surau maupun masjid sebagai budaya dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari," kata Afni.

Mantan wartawan itu berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda Kabupaten Siak yang cinta Al-Qur'an, berakhlak mulia, berilmu, serta mampu menjadi penerus pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. 

Afni juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk turut menyemarakkan syiar Islam dengan menghadiri dan mengikuti Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang akan digelar pada Senin (15/6/2026).

Pawai Obor mengusung tema "Semangat Hijrah Mempererat Ukhuwah, Melestarikan Budaya, dan Membangun Generasi Berakhlak di Negeri Istana."

Kegiatan akan dimulai dari depan Istana Siak dan berakhir di depan Panggung Siak Bermadah. Pawai tersebut akan diikuti pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Panitia juga menyediakan trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan bagi para pemenang serta juara harapan.

Selain pawai obor, rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Siak juga akan dimeriahkan dengan Gebyar Sholawat yang digelar pada Senin malam pukul 19.30 WIB hingga selesai. Kegiatan itu dirangkai dengan tasyakuran kelulusan Angkatan ke-3 MI Sulthan Alamuddin Syah, peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, serta pelantikan Pengurus Muslimat Ranting Siak.

Afni berharap seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kecintaan kepada nilai-nilai keagamaan, serta memperkuat karakter generasi muda yang berakhlak mulia. 

(MC Siak)

Azwendi Fajri, Menyambut Positif Pengoperasian Dua Unit Bus Listrik Oleh Pemko Pekanbaru


Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, menyambut positif langkah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang mulai mengoperasikan dua unit bus listrik sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan.

Menurut Azwendi, kehadiran bus listrik merupakan upaya strategis untuk mengurangi polusi udara sekaligus mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.

“Tentu fokus pengoperasian bus listrik itu bagaimana menjadi transportasi ramah lingkungan dan membuat kota lebih bebas dari polusi. Bus listrik ini juga untuk mendukung keindahan Kota Pekanbaru,” kata Azwendi, Rabu (10/6/2026).

Meski memberikan apresiasi, politisi Partai Demokrat tersebut menyoroti masih rendahnya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Ia menilai persoalan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah agar investasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat maksimal.

Menurutnya, keberadaan armada baru saja tidak cukup untuk mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi. Pemerintah perlu melakukan kajian mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat penggunaan transportasi publik di Pekanbaru.

“Yang kita sayangkan sampai hari ini animo masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum masih sangat minim. Ini perlu dikaji ulang bagaimana cara menarik minat masyarakat,” ujarnya.

Azwendi menekankan bahwa peningkatan kualitas transportasi publik harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur pendukung yang memadai. Hal tersebut mencakup ketersediaan halte yang representatif, jalur pedestrian yang aman dan nyaman, serta jaminan keamanan bagi para penumpang.
Selain itu, ia mendorong Pemko Pekanbaru untuk memetakan kawasan-kawasan prioritas yang memiliki tingkat mobilitas tinggi sehingga layanan bus listrik dapat lebih efektif menjangkau kebutuhan masyarakat.

“Mungkin perlu dipetakan zona mana yang diprioritaskan. Infrastruktur seperti halte, pedestrian, keamanan dan kenyamanan penumpang juga harus ditingkatkan,” jelasnya.

Azwendi juga berharap ke depan sistem transportasi umum di Pekanbaru dapat terintegrasi dengan berbagai pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan pendidikan, perkantoran, pusat perdagangan hingga lokasi-lokasi yang menjadi titik berkumpul warga.

Menurutnya, akses transportasi yang mudah dan terhubung akan menjadi kunci dalam mengubah pola mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

“Harapannya masyarakat pelan-pelan bisa bergeser menggunakan transportasi umum, baik anak sekolah, pegawai, maupun pekerja lainnya. Ini juga bisa membantu mengurangi kemacetan,” pungkasnya.
Pengoperasian bus listrik ini menjadi salah satu langkah awal Pemko Pekanbaru dalam mendorong transformasi transportasi perkotaan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Namun, keberhasilan program tersebut dinilai akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur serta kemampuan pemerintah meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap transportasi umum.

(Galeri) 

DPRD Pekanbaru Setujui Penambahan Dua OPD Baru, Fokus Ekraf dan Perikanan


DPRD Kota Pekanbaru menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan Panitia Khusus (Pansus) terhadap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Pekanbaru, Senin (11/5/2026).

Rapat yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Kota Pekanbaru itu dipimpin Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid, didampingi Wakil Ketua DPRD, Tengku Azwendi Fajri.
Turut hadir dalam rapat tersebut Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Isa Lahamid menyampaikan bahwa pembahasan Ranperda telah selesai dan menghasilkan penambahan dua organisasi perangkat daerah (OPD) baru di lingkungan Pemko Pekanbaru.

"Secara umum ada penambahan dua OPD dan sekarang total menjadi 50 OPD. Kita berharap dengan adanya penambahan ini, kinerja Pemko Pekanbaru bisa semakin meningkat," ujar Isa.
Ia menjelaskan, pembentukan OPD baru tersebut diharapkan dapat mempercepat pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi dan misi kepala daerah.

Menurutnya, penambahan OPD memang akan berdampak pada meningkatnya anggaran belanja daerah, mulai dari penambahan kepala dinas hingga kebutuhan struktur organisasi lainnya. Namun hal itu dinilai sebagai langkah yang perlu dilakukan demi optimalisasi pelayanan dan percepatan pembangunan daerah.
[11.24, 12/6/2026] misraleni33: "Ini memang harga yang harus dibayar demi percepatan pencapaian visi misi Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mensejahterakan masyarakat," katanya.
Isa menambahkan, dua OPD baru tersebut nantinya akan fokus pada bidang ekonomi kreatif serta perikanan dan peternakan.

"Kita harapkan ini bisa menunjang perekonomian masyarakat Kota Pekanbaru dengan lebih optimal. Ke depan Pemko harus bisa bekerja lebih maksimal lagi," tambahnya.
Setelah Ranperda disahkan, tahapan selanjutnya yakni penyusunan struktur organisasi, penerbitan peraturan walikota (Perwako), hingga pelantikan pejabat dan penetapan struktur OPD baru tersebut.

Sementara itu, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pembentukan OPD baru dilakukan untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Agung, Pemko Pekanbaru membentuk OPD yang lebih fokus terhadap sektor perikanan dan peternakan, serta memisahkan urusan pariwisata dengan kebudayaan agar pengelolaannya lebih optimal.

“Karena kita tinggal di Kota Pekanbaru, apalagi Provinsi Riau sangat kental dengan budaya. Ini juga masuk dalam RPJMD kami, yakni Pekanbaru yang berbudaya, maju dan sejahtera,” ujar Agung.

Ia mengatakan, OPD baru nantinya akan bertugas menggali, melestarikan, serta mengembangkan kebudayaan Melayu yang ada di Kota Pekanbaru melalui berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat.
Dikatakannya, di sektor ekonomi kreatif tersebut akan dibentuk yang namanya Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif. Langkah ini dinilai penting mengingat pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif di Pekanbaru terus meningkat.

“Karena Pekanbaru adalah kota yang maju, tentu pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif juga semakin besar. Mudah-mudahan ini bisa sejalan dengan program kementerian dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya.

(Galeri) 

DPRD Pekanbaru Paripurnakan Pergantian Ketua Komisi III


Pimpinan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru resmi berganti, jabatan ketua komisi itu kini diduduki oleh Jepta Sitohang.
Pergantian posisi tertinggi di komisi itu diumumkan dan ditetapkan dalam Rapat Paripurna ke-2 masa persidangan III tahun sidang 2025/2026 di Balai Payung Sekaki, Senin (25/5).

Jabatan itu sebelumnya di pegang oleh Niar Erawati dari Fraksi Demokrat. Kini susunan terbaru, Ketua Komisi III Jepta Sitohang lalu Wakil Ketua Tekad Indra Pradana Abidin serta Bendahara Abu Bakar.
Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid menyebut bahwa pergantian ketua komisi telah sesuai dengan aturan yang berlaku di DPRD Pekanbaru dengan telah memenuhi syarat administrasi untuk mengajukan pergantian.

“Pergantian dalam AKD (Alat Kelengkapan Dewan) di Komisi III itu paling cepat dalam satu tahun, dan itu sudah waktunya. Sesuai mekanisme dan aturan,” jelas Ketua Isa seusai paripurna. Dengan demikian, Jepta Sitohang yang juga dari Fraksi Demokrat akan menjabat dalam sisa masa jabatan sebelumnya. “Terpilih Jepta Sitohang sebagai ketua sampai masa pertengahan jabatan nanti,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pekanbaru Achmad Faisal Reza menyebutkan bahwa pergantian ini merupakan untuk penyegaran bagi anggota fraksi dan ini merupakan hal yang biasa dilakukan. “Ini merupakan penyegaran, memang ada target-target yang kedepannya harus dituntaskan oleh Buk Jepta untuk kedepannya. Begitu juga dengan Buk Niar, ada target yang harus dilakukannya sebagai anggota,” singkatnya.
Di sisi lain, Ketua DPC Demokrat Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri menegaskan bahwa kader partai harus mengikuti arahan untuk menjadikan pelayanan lebih bagus. “Bagaimanapun, seluruh kader maupun pengurus Partai Demokrat wajib ikut arahan partai,” tutupnya.

(Galeri) 

Komisi III DPRD Pekanbaru Fasilitasi Mediasi Dugaan Kekerasan Murid SDN 181


Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menunjukkan komitmennya dalam mengawal dunia pendidikan yang aman dan humanis dengan memfasilitasi penyelesaian persoalan antara wali murid bersama kuasa hukumnya dengan seorang guru SDN 181 Pekanbaru melalui rapat dengar pendapat (RDP), Senin (11/5/2026).



Rapat yang berlangsung di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Pekanbaru tersebut membahas dugaan kekerasan terhadap seorang murid yang terjadi pada April 2026 lalu. Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian serius DPRD Pekanbaru dalam memastikan setiap persoalan pendidikan dapat diselesaikan secara bijak dan mengedepankan musyawarah.


RDP dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Niar Erawati, didampingi Sekretaris Komisi III Abu Bakar serta anggota Komisi III lainnya yakni Lindawati, Putri Varadina, Sri Rubiyanti, Edi Azhar, Doni Saputra, Muhammad Sabarudi, dan Zakri Fajar Triyanto.Turut hadir dalam rapat tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Alek Kurniawan beserta jajaran kepala bidang.


Sebagai komisi yang membidangi pendidikan, Komisi III DPRD Pekanbaru memberikan ruang mediasi bagi kedua belah pihak agar persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak berlarut-larut.      Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zakri Fajar Triyanto menjelaskan, hasil pertemuan menunjukkan adanya itikad baik dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan secara damai.


“Hasil rapat tadi, kedua belah pihak sudah mulai mau berdamai. Namun dari pihak kuasa hukum masih meminta adanya perjanjian serta hak-hak korban yang harus dipenuhi,” ujar Zakri.                Ia menambahkan, dalam rapat juga terungkap bahwa tindakan guru tersebut dilakukan dengan alasan mendidik, bukan untuk melukai murid. Meski demikian, Komisi III DPRD Pekanbaru tetap menegaskan bahwa dunia pendidikan harus bebas dari segala bentuk kekerasan.        “Diakui memang ada tindakan seperti yang disampaikan dalam rapat, tetapi tidak ada niat melukai, hanya niat mendidik. Namun tadi pimpinan rapat juga menegaskan bahwa dalam mendidik tidak dibenarkan menggunakan kekerasan,” tambahnya.           Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Alek Kurniawan mengapresiasi langkah Komisi III DPRD Pekanbaru yang telah memfasilitasi komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid.          Menurutnya, forum mediasi tersebut menjadi langkah positif untuk membangun komunikasi yang baik demi kepentingan anak dan dunia pendidikan.



“Ini komunikasi yang dibangun antara guru, wali murid, dan anak-anak. InsyaAllah kalau masing-masing bisa menurunkan ego, persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” kata Alek.



Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Pekanbaru yang telah membuka ruang dialog sehingga solusi dapat dicapai secara bersama-sama. “Alhamdulillah Komisi III DPRD Pekanbaru mau memfasilitasi ini sehingga kita bisa duduk bersama mencari solusi,” tutupnya.

(Galeri) 

DPRD Kota Pekanbaru Sahkan Perda Susunan OPD, Pemko Pekanbaru Tambah Dua OPD Baru

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru resmi mengesahkan perubahan Peraturan Daerah tentang Pembentukan dan Susunan OPD Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Pekanbaru, Senin (11/5/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid didampingi Wakil Ketua DPRD Tengku Azwendi Fajri serta dihadiri Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Penjabat Sekretaris Daerah Ingot Ahmad Hutasuhut, unsur Forkopimda, para camat, kepala OPD, dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.


Melalui perubahan regulasi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru menambah dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Perikanan dan Peternakan. Selain itu, urusan kebudayaan yang sebelumnya bergabung dengan sektor lain kini berdiri sebagai Dinas Kebudayaan tipe B.

Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid mengatakan, pembahasan ranperda telah melalui tahapan yang panjang hingga akhirnya disetujui menjadi perda.


"Secara keseluruhan terdapat penambahan dua OPD baru sehingga jumlah perangkat daerah di Kota Pekanbaru bertambah menjadi 35 OPD. Kami berharap langkah ini mampu meningkatkan efektivitas pelayanan dan kinerja pemerintah daerah," ujar Isa.


Menurutnya, keberadaan perangkat daerah baru merupakan bagian dari strategi mempercepat realisasi program pembangunan yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).


"Tentu ada konsekuensi anggaran yang harus disiapkan, mulai dari pembentukan struktur organisasi hingga pengisian jabatan. Namun hal itu menjadi investasi untuk mempercepat pencapaian visi dan misi pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat," katanya.


Isa menilai sektor ekonomi kreatif, perikanan, dan peternakan memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat jika dikelola secara lebih fokus melalui OPD tersendiri.


"Kami berharap OPD baru ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada warga," tambahnya.


Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menjelaskan bahwa pembentukan perangkat daerah baru sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dan kebutuhan pembangunan Kota Pekanbaru ke depan.


"Kita ingin setiap sektor memiliki fokus yang jelas dalam pengelolaannya. Pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, perikanan, dan peternakan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan," kata Agung.


Ia menegaskan bahwa penguatan sektor kebudayaan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah mengingat Pekanbaru berada di tengah Provinsi Riau yang dikenal memiliki kekayaan budaya Melayu.


"Visi kami adalah mewujudkan Pekanbaru yang berbudaya, maju, dan sejahtera. Karena itu, pelestarian dan pengembangan budaya harus mendapatkan perhatian yang lebih serius melalui OPD yang khusus menangani bidang tersebut," ujarnya.


Selain budaya, pemerintah juga berupaya memperkuat sektor ekonomi kreatif yang dinilai terus berkembang dan melahirkan banyak pelaku usaha baru di Kota Pekanbaru.


"Ekonomi kreatif memiliki peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan adanya dinas yang fokus menangani bidang ini, kami optimistis pengembangannya akan lebih maksimal," jelas Agung.

Setelah pengesahan perda tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru akan melanjutkan proses penyusunan struktur organisasi, penyempurnaan regulasi melalui Peraturan Wali Kota (Perwako), hingga penempatan pejabat dan pembentukan perangkat kerja pada OPD yang baru dibentuk.

(Galeri) 

Kamis, 11 Juni 2026

Meriah, Kapolda Riau Ajak Komunitas Ojol Nobar Piala Dunia 2026 di Mako Brimob Polda Riau



Kupas Nusantara, Pekanbaru – Satuan Brimob Polda Riau menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan melawan Rep Ceko bersama komunitas ojek online (ojol) dan masyarakat di Mako Satuan Brimob Polda Riau, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut dihadiri oleh Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Hery Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Karo SDM Polda Riau Kombes Pol. Dr. Boy Jeckson Situmorang, S.H., S.I.K., M.H., Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., Dir Intelkam Polda Riau Kombes Pol. Wimboko, S.I.K., M.Si., Kabidpropam Polda Riau Kombes Pol. Harissandi, S.I.K., M.H., Ketua Ojol Kamtibmas Presisi, Arianto Aritonang dan mitra ojek online Pekanbaru 

Nobar ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan baik antara Polri dan masyarakat.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini merupakan wujud kedekatan Polri dengan masyarakat melalui momentum olahraga yang digemari berbagai kalangan. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi yang positif untuk mempererat kebersamaan dan membangun sinergitas.

“Melalui kegiatan nobar piala dunia 2026 ini, kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Sepak bola menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan semua kalangan, termasuk saudara-saudara kita para pengemudi ojek online,” ujar Kombes Pol I Ketut

Perwakilan komunitas Gojek Pekanbaru turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Riau dan jajaran Satbrimob Polda Riau atas perhatian yang diberikan kepada para mitra ojol.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar di Mako Satbrimob Polda Riau ini. Selain menjadi hiburan bagi para driver, kegiatan seperti ini membuat kami merasa lebih dekat dengan Polri. Kami berharap sinergi dan komunikasi yang baik ini dapat terus terjalin ke depannya,” ujar perwakilan Gojek Pekanbaru.

Sepanjang pertandingan berlangsung, suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat dari para peserta yang bersama-sama menyaksikan jalannya laga Korea Selatan kontra Rep Ceko. Sorak sorai dan dukungan terhadap tim favorit masing-masing menambah kemeriahan acara yang berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

Kegiatan nobar ini juga menjadi bagian dari upaya Polda Riau dalam membangun hubungan humanis dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan kemasyarakatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan sportivitas yang ditunjukkan dalam ajang Piala Dunia dapat semakin memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Provinsi Riau.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done