KUPAS NUSANTARA

Sabtu, 09 Mei 2026

POLRESTA PEKANBARU RESMIKAN KAMPUNG TANGGUH ANTI NARKOBA DAN KUKUHKAN DUTA ANTI NARKOBA TAHUN 2026

Kupas Nusantara, Pekanbaru — Kegiatan Peresmian Kampung Tangguh Anti Narkoba, Pengukuhan Duta Anti Narkoba Polresta Pekanbaru Tahun 2026 serta Deklarasi Pekanbaru Tangguh Bersih dari Narkoba berlangsung di Jl. Pesisir Gg. Hiu, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat utama Polresta Pekanbaru, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para tamu undangan lainnya.

Kapolresta Pekanbaru KOMBES POL MUHARMAN ARTA, S.I.K., M.H dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa pembentukan Kampung Tangguh Anti Narkoba merupakan langkah strategis dan nyata dalam upaya memberantas peredaran gelap narkotika mulai dari tingkat lingkungan masyarakat.

Selain peresmian Kampung Tangguh Anti Narkoba yang ketiga di Kota Pekanbaru, kegiatan juga dirangkai dengan pembacaan Surat Keputusan Kapolresta Pekanbaru tentang Penunjukan Duta Anti Narkoba Polresta Pekanbaru Tahun 2026 serta pengukuhan para Duta Anti Narkoba sebagai pelopor generasi muda dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Anti Narkoba oleh Duta Anti Narkoba Polresta Pekanbaru Tahun 2026 yang disertai dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan mewujudkan Kota Pekanbaru yang tangguh dan bersih dari narkoba.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terdapat dalam keadaan aman dan kondusif.

Jumat, 08 Mei 2026

*Polresta Pekanbaru Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Binawidya Monitoring Lahan Jagung Warga*


Kupas Nusantara, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga ke tingkat kelurahan. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, jajaran Polsek Binawidya melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung di wilayah Kelurahan Sialang Munggu Barat (SDM Barat), Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Rabu (07/05/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan SDM Barat Polsek Binawidya, AIPDA Khair Maulana Wibowo, SH, di lahan pertanian yang berada di Jalan Purwodadi Gang Teladan RT 02 RW 01.

Monitoring dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program nasional swasembada pangan sekaligus memastikan perkembangan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di wilayah hukum Polresta Pekanbaru berjalan optimal.

Dalam kegiatan tersebut diketahui luas lahan yang baru ditanam mencapai sekitar 0,5 hektare dengan jenis tanaman jagung pipil. Saat ini umur tanaman jagung memasuki 14 hari masa pertumbuhan dan diperkirakan akan memasuki masa panen dalam waktu sekitar 120 hari ke depan.

Selain itu, total luas lahan ketahanan pangan yang dikelola mencapai sekitar 4 hektare. Program ini juga mendapat dukungan lanjutan melalui dana CSR PT. Budi Tani tahun 2025 sebagai bentuk sinergitas antara masyarakat, pihak swasta, dan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kapolsek Binawidya menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri di tengah masyarakat bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program-program strategis pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.

“Polri hadir untuk mendukung dan membantu pelaksanaan program ketahanan pangan nasional guna mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Tingkatkan Kesadaran Budaya Tertib Berlalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Gencarkan Sosialisasi dan Program Green Policing



Kupas Nusantara, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau melalui Subdit Kamsel melaksanakan kegiatan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas, Program Green Policing Polda Riau serta pemberian reward kepada masyarakat pengguna jalan yang tertib berlalu lintas, Jumat (8/5/2026) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Tugu Perjuangan Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru tersebut dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga 07.30 WIB dan dipimpin langsung Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M bersama personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau.

Dalam kegiatan tersebut, personel Ditlantas Polda Riau melaksanakan kampanye keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat khususnya pengendara roda dua dengan memberikan edukasi secara humanis terkait pentingnya mematuhi tata tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Selain memberikan imbauan dan edukasi, petugas juga membagikan helm SNI dan buku petunjuk keselamatan berlalu lintas kepada pengendara roda dua yang kedapatan tidak menggunakan helm saat berkendara. Sementara kepada pengendara yang tertib berlalu lintas, personel memberikan reward berupa coklat Silverqueen sebagai bentuk apresiasi.

Tidak hanya itu, dalam mendukung Program Green Policing Polda Riau, personel Subdit Kamsel juga membagikan bibit pohon mangga kepada masyarakat sebagai simbol ajakan menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata Ditlantas Polda Riau dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar sosialisasi, namun bagaimana kami mengajak masyarakat untuk benar-benar memahami pentingnya keselamatan saat berkendara. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama dan dimulai dari kesadaran diri masing-masing,” ujar AKBP Dasril.

Ia juga menambahkan bahwa melalui Program Green Policing, Ditlantas Polda Riau ingin mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari kehidupan yang berkelanjutan.

Salah seorang warga Kecamatan Tenayan Raya, Donna Tarigan yang menerima helm SNI secara gratis menyampaikan apresiasi kepada jajaran Ditlantas Polda Riau atas kegiatan edukasi yang dinilai sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih kepada polisi lalu lintas Polda Riau karena telah memberikan edukasi dan helm gratis kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat membantu dan mengingatkan kami agar lebih disiplin dan selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara,” ungkap Donna.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel Ditlantas Polda Riau yang terus aktif melaksanakan kegiatan edukasi Kamseltibcarlantas kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Ditlantas Polda Riau yang konsisten melaksanakan kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mematuhi tata tertib berlalu lintas, gunakan helm SNI, lengkapi surat kendaraan dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.

Melalui kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Riau berharap dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, meminimalisir fatalitas korban kecelakaan serta menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah hukum Polda Riau.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menjadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dengan semangat “Bersatu, Keselamatan Nomor Satu” serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

Jembatan Presisi Merah Putih Bengkalis Tuntas 100 Persen, Bukti Nyata Pengabdian Brimob



Kupas Nusantara  Bengkalis – Personel Satgas Darurat Pembangunan Infrastruktur Jembatan Presisi Merah Putih Tahap II Wilkum Polres Bengkalis berhasil menuntaskan pembangunan jembatan penghubung di Kelurahan Damon, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis
Jumat (08/05/2026)

Kehadiran jembatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Polri dalam mendukung keselamatan, akses pendidikan, serta aktivitas sosial masyarakat pedesaan.

Jembatan dengan dimensi panjang 60 meter dan lebar 2 meter itu telah mencapai progres 100 persen setelah melalui proses pengerjaan selama 15 hari dengan durasi kerja rata-rata delapan jam setiap harinya. 

Pada kegiatan terakhir, personel Satgas melaksanakan pengecatan pagar jembatan hingga tahap finishing guna memastikan kondisi jembatan siap digunakan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti kondisi lokasi yang berlumpur, aliran sungai, serta pasang surut air laut yang mempengaruhi debit air di sekitar area pembangunan. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal hingga pembangunan berhasil diselesaikan dengan aman dan lancar.

Komandan Satuan Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat personel Satgas yang terus bekerja demi kepentingan masyarakat. Menurutnya, pembangunan jembatan Presisi Merah Putih merupakan implementasi nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah terpencil.

“Pembangunan jembatan ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk pengabdian Brimob Polri untuk masyarakat. Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat mempermudah aktivitas masyarakat, meningkatkan keselamatan, serta menjadi sarana penghubung yang membawa manfaat besar bagi warga Kelurahan Damon,” ujar Dansat Brimob Polda Riau.

Satgas Darurat Jembatan Presisi Merah Putih Tahap II akan terus melaksanakan tugas pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kamis, 07 Mei 2026

= Satpol-PP Bongkar Pagar dan Pondasi Lahan SHM, Owner Kaffe Sevendoor Murka dan Ancam Akan Lapor Polisi



Kupas Nusantara, PEKANBARU – Suasana memanas di Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, Jumat (8/5/2026). Tim gabungan Satpol PP dan Dinas Pertanahan Kota Pekanbaru membongkar paksa tembok pembatas Lahan SHM yang berada di jalan Siak IV milik Niko Fernando menggunakan alat berat.

Aksi penertiban lahan yang diklaim sebagai aset Pemko Pekanbaru itu langsung diprotes keras pemilik lahan Niko Fernando, Ia menilai pembongkaran dilakukan sepihak tanpa dasar hukum jelas.

“Negara sewenang-wenang membongkar pagar tanah saya yang sudah bersertifikat dan dilindungi negara. Atas dasar apa Satpol PP melakukan ini?” tegas Niko.

Klaim Punya SHM, Tak Ada Surat Pemberitahuan
Niko bersikukuh pagar yang diratakan ekskavator berdiri di atas tanah miliknya yang legal, lengkap dengan Sertifikat Hak Milik (SHM). Ia menyebut tidak pernah menerima surat pemberitahuan atau peringatan sebelum eksekusi.

“Tidak ada pemberitahuan kepada saya. Tiba-tiba main bongkar. Saya fokus pada pagar yang di belakang. Kenapa mereka bongkar dan apa alasannya?” ujarnya geram.

Akibatnya, Niko berencana melaporkan Satpol PP ke Polda Riau atas dugaan perusakan.

Sudah Pernah Dipolisikan, Kasus di-SP3 
Menurut Niko, sengketa tembok ini bukan baru. Sebelumnya ia pernah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru oleh pemilik lahan di belakangnya. Kasus itu juga sempat dibawa ke DPRD Kota Pekanbaru.

Namun hasil penyelidikan Polresta dan DPRD, kata dia, tidak menemukan unsur pelanggaran. “Makanya waktu itu di-SP3-kan,” ungkapnya.

Ia membantah keras tuduhan menyerobot tanah pemerintah. “Saya punya sertifikat, kok dibilang tanah pemerintah. Kalau saya nyerobot, tentu sudah ada tindakan hukum. Kalau keberatan, silakan gugat ke pengadilan, bukan main bongkar,” tantangnya.

Versi Pemko: Lahan Aset, Sudah Diperingatkan
 
Kepala Satpol PP Pekanbaru, Desheriyanto, punya versi berbeda. Ia menyebut lahan 8 hektare di lokasi itu tercatat sebagai aset Pemko Pekanbaru. Ada oknum masyarakat yang memasang pagar hingga mendirikan bangunan tanpa izin.

"Ini lahan milik pemerintah kota. Sebelum dibongkar, kami sudah beberapa kali melayangkan surat peringatan agar lahan dikosongkan," jelas Desheriyanto.

Senada, Kepala Dinas Pertanahan Mardiansyah mengatakan penertiban menyasar bangunan liar yang mengabaikan peringatan. “Sudah kita peringatkan, tetapi diacuhkan. Ini untuk menata kawasan sesuai Perwako dan tata ruang kota,” ujarnya.

Lahan yang ditertibkan rencananya akan dibersihkan untuk pembangunan fasilitas publik.
 
Dengan adanya pembongkaran pagar dan pondasi lahan SHM tanpa pemberitahuan dari Satpol-pp,,H. Niko Fernando kini akan menyiapkan langkah hukum.

Wabup Siak: Pencegahan Paham IRET Harus Dimulai dari Keluarga hingga Ruang Digital



Kupas Nusantara, Siak — Pemerintah Kabupaten Siak bersama Polres Siak dan Densus 88 Anti Teror Polri memperkuat langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini banyak berkembang di ruang digital.

Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, meski Siak dalam kondisi aman dan terkendali namun, ia meminta seluruh elemen pemerintah dan masyarakat tetap waspada dan terus melakukan sosialisasi IRET melalui media sosial. 

“Alhamdulillah Siak saat ini dalam kondisi aman dan kondusif, namun upaya pencegahan tetap harus dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti ini,” ujar Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Kamis (7/5/2026). 

Syamsurizal menegaskan, Sosialisasi ini, memperkuat langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini banyak berkembang di ruang digital.

Menurutnya, pencegahan ini harus dimulai dari dua hal, yakni "Hubungan kita manusia dengan Allah (hablu minallah) dan hubungan kita dengan sesama manusia (hablu minannas). karena jika dua hal ini kuat, insyaAllah dapat menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak baik," kata dia.

“Kami mengapresiasi peran Densus 88, ini juga menjadi tugas kita bersama agar masyarakat kita waspada terhadap paham IRET ini. Apalagi di era digital baik lewat media sosial maupun video game, jadi kita harus melakukan pencegahan dini mulai dari keluarga, seperti anak kita, lalu sekolah hingga masyarakat,” sambungnya lagi.

Sementara itu, Kasat Intel, Polres Siak yang diwakili Brigpol Omes menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham IRET di wilayah Kabupaten Siak serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Berkaitan dengan itu, kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah. Untuk Kabupaten Siak, kegiatan ini sudah masuk di wilayah Perawang hampir 80 persen, mencakup seluruh SMA dan SMP. Di Kecamatan Siak sendiri, kami juga sudah masuk ke beberapa sekolah tingkat SMA dan SMP. InsyaAllah akan terus kami lanjutkan dan kami ratakan agar dapat terselesaikan dengan baik,” terangnya.

Narasumber Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Brigpol Bayu Oktara, menjelaskan bahwa saat ini pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan pencegahan dengan target zero attack melalui strategi pendekatan tanpa penindakan hukum (non-penal). 

“Ideologi teror bisa menyasar siapa saja, tanpa memandang agama, latar belakang pekerjaan maupun pendidikan. Pendekatan kami saat ini adalah pencegahan melalui non-penal, dengan fokus sosialisasi dan pembinaan menuju target zero attack,” jelasnya.

Menurutnya, apabila ditemukan individu yang mulai terpapar paham radikal, maka akan dilakukan pendekatan pembinaan dan pendampingan agar tidak berkembang ke arah yang lebih ekstrem.

“Jika ada yang terindikasi, kami lakukan pendekatan dan pembinaan. Kami coba mediasi, dirangkul, dan arahkan agar mereka bisa kembali ke pemahaman yang benar,” tambah nya. 

Ia juga menjelaskan, proses penyebaran paham radikal umumnya terjadi bertahap, dimulai dari intoleransi yaitu sikap tidak menerima perbedaan atau pandangan orang lain, berkembang menjadi radikal, hingga berpotensi aksi teror jika tidak dicegah sejak dini. Kelompok yang kerap menjadi sasaran adalah generasi muda, terutama yang sedang dalam proses pencarian jati diri.

“Pelaku teror menargetkan pemuda yang sedang mencari jati diri. Saat ini penyebaran paham radikal juga banyak melalui media sosial, mereka tidak lagi datang dari rumah ke rumah, tetapi masuk lewat ruang digital,” ucapnya.

Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak yang berperan dalam membantu penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak dalam mendistribusikan pesan pencegahan melalui media sosial agar lebih mudah dipahami masyarakat dan menjangkau lebih luas, jadi kita jangan sampai lengah, kita tidak boleh kalah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pencegahan tidak dapat dilakukan aparat semata, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Siak, TNI, Polri, stakeholder, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat semakin kuat dalam mencegah paham radikal demi menjaga Kabupaten Siak tetap aman dan kondusif.

(Rahma/MC Siak)

Luncurkan SMAP dan WBS, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Dividen BUMD


 
Kupas Nusantara, Pekanbaru-Bupati Siak, Afni Zulkifli, memaparkan peran dan kiprah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penopang PAD dan mendukung pembangunan serta menciptakan kesejahteraan masyarakat di Daerah.
 
Hal tersebut disampaikan nya saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan tema “Navigasi Hukum Implementasi KUHP Baru dan Mitigasi Risiko Pidana Korupsi” yang digelar di fave Hotel Pekanbaru, Rabu (6/5/2026).
 
Kegiatan yang diselenggarakan PT Bumi Siak Pusako Zapin ini juga dirangkaikan dengan launching Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2025 serta Whistleblowing System (WBS) sebagai bentuk penguatan tata kelola perusahaan yang bersih dan transparan.
 
PT Bumi Siak Pusako Zapin (BSP Zapin) sendiri merupakan anak perusahaan dari BUMD PT Bumi Siak Pusako yang bergerak di sektor hilir minyak dan gas bumi.
 
Bupati Siak Afni Z menegaskan bahwa transparansi saat ini menjadi sebuah keniscayaan yang dituntut oleh publik, terutama bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
 
“Publik akan melihat peran dan kiprah BUMD. Yang bisa dibuktikan adalah integritas dan output yang dihasilkan,” ujarnya.
 
Ia menekankan bahwa tujuan utama dari pengelolaan BUMD adalah memberikan kontribusi nyata berupa dividen yang dapat digunakan untuk pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
“Output terpenting adalah dividen untuk membangun masyarakat dan daerah,” tugasnya.
 
Ia juga melihat adanya semangat baru di tubuh BSP Zapin yang dinilai mampu berinovasi meski di tengah berbagai keterbatasan. Hal ini, menurutnya, menjadi sinyal positif lahirnya paradigma baru dalam pengelolaan BUMD.
 
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diimplementasikan harus disertai dengan evaluasi agar berjalan optimal. Ia juga mengapresiasi langkah BSP Zapin dalam penguatan sistem pencegahan korupsi melalui penerapan SMAP dan WBS.
 
“Integritas harus menjadi pedoman. Siapa pun yang bekerja di ruang publik harus siap diawasi oleh publik,” ujarnya.
 
Ia berharap Whistleblowing System (WBS) yang diluncurkan dapat diimplementasikan secara lebih luas sebagai sarana pelaporan yang aman, transparan, dan akuntabel.
 
Sebagai informasi, Whistleblowing System (WBS) merupakan mekanisme atau saluran pelaporan yang disediakan organisasi untuk menampung dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran seperti korupsi, suap, kecurangan, maupun penyalahgunaan wewenang, yang menjamin kerahasiaan identitas pelapor dengan menggunakan layan online.
 
Bupati perempuan pertama di Siak itu, mengajak seluruh BUMD, khususnya BSP Zapin, untuk terus melakukan terobosan dan inovasi guna memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Kabupaten Siak.
 
“Kami berharap setiap BUMD memiliki kinerja positif dan mampu berkontribusi PAD kepada daerah,” pungkasnya.
Eko/MC Siak
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done